Pertambahan Usia = Pendewasaan Pribadi (?)

Picture1

 

“Forget the past; look forward to the future, for the best things are yet to come.” – Anonim

Akan tiba waktunya dimana perayaan ulang tahun bukan lagi sesuatu yang harus dirayakan.

Waktu dimana kejutan dari orang-orang terdekat bukan lagi jadi sesuatu hal yang ditunggu.

Waktu dimana prosesi tiup lilin bukan lagi sebagai suatu upacara tanpa arti apapun. Continue reading “Pertambahan Usia = Pendewasaan Pribadi (?)”

Advertisements

#diary (calon) Psikolog Juga Manusia Ep. 3

episode 3 foto

“Siapa bilang anak psikologi cuma belajar tentang gangguan jiwa?”

 

HAI blog readers. Apa kabar? Ayo siapa yang nungguin #diary (calon) Psikolog Juga Manusia episode selanjutnya? Sebenernya niat awal episode 3 ini bisa tayang di tanggal 29 April 2018, tapi karena kemarin sakit hampir satu minggu, jadinya tulisan ikut molor juga. Continue reading “#diary (calon) Psikolog Juga Manusia Ep. 3”

#diary (calon) Psikolog Juga Manusia Ep.2

ilustrasi

Hai Teman-teman, sorry nih telat update #diary (calon) Psikolog Juga Manusianya. Udah pada nungguin ya? (aku emang anaknya, ke.pe.de.an) oke, kita langsung mulai aja yaaa…

Nah kalau di episode pertama kemarin aku jelasin gimana sampai akhirnya memutuskan untuk nerusin sekolah, untuk di episode ini aku nggak akan nyeritain pengalaman kuliah S2 ku dulu. Untuk sekarang, aku ingin membahas tentang pertanyaan yang sering ditanyakan ke anak Psikologi, apa coba?

“oh nanti kalau udah lulus jadi Psikiater ya?” atau “bedanya psikolog sama psikiater apa?” Continue reading “#diary (calon) Psikolog Juga Manusia Ep.2”

#diary (calon) Psikolog juga Manusia Ep.1

img_6706.jpg

Yap, sesuai janji saya yang saya sampaikan di postingan sebelumnya, sekarang saya mau mulai cerita tentang pengalaman saya berkuliah di Magister Profesi Psikologi. Sebelum mulai, saya akan membagi cerita ini ke beberapa episode, dan dia akan punya judul yang sama yaitu #Diary (calon) Psikolog Juga Manusia. Semoga saya bisa konsisten posting min. 2 minggu sekali. mungkin juga nanti dia akan jadi kategori sendiri dan InsyaAllah akan ada ilustrasi khsus hehe. Ok, daripada kelamaan, saya akan langsung cerita ya awalnya saya memutuskan untuk nerusin sekolah. Semoga bermanfaat… Here we go

Continue reading “#diary (calon) Psikolog juga Manusia Ep.1”

Kehilangan

“Setiap orang punya cara masing-masing untuk menghadapi kehilangan.”

 

Salah satu hal yang pasti di dunia ini adalah kehilangan. Semua orang akan kehilangan, ntah ditinggalkan ataupun meninggalkan, tidak terkecuali. Kadar kehilangan pun berbeda-beda, dari mulai ringan seperti putus misalnya, sampai yang berat seperti ditinggalkan untuk selamanya. Continue reading “Kehilangan”

Hijab? Kenapa enggak?

“Ketika Jilbab mengetuk hati, tak ada yang akan mampu menghalangi.”

 

                Pernyataan dan pertanyaan umum yang muncul ketika aku memutuskan untuk memakai hijab adalah “Alhamdulillah, akhirnyaaa….” atau “Apa yang mendorong pakai kerudung?” Aku sendiri sebenarnya bingung kalau ditanya seperti itu, karena aku sendiri merasa tidak mendapatkan hidayah apa-apa sebelum akhirnya memutuskan untuk merubah penampilan. Orang tua ku tidak menyuruh, bahkan cenderung ‘melarang’ aku untuk menggunakan hijab sebelum bisa memperbaiki perilaku dan ibadah wajib lainnya. Teman-teman terdekatku beberapa kali mengajak teman-teman lainnya untuk berhijab, dan aku adalah satu-satunya yang tidak pernah menggubris ajakan itu. Orang terdekatku (pacar) pun tidak pernah menanyakan kapan aku akan menggunakan kerudung. Yang pasti, aku merasa ada yang mendesak diriku, dari dalam diri untuk segera merubah penampilan. Beberapa bulan terakhir aku selalu terpikir untuk menggunakan kerudung, namun ada saja yang akhirnya membuat ku tidak jadi menggunakan hijab, mungkin ke’tidaksetujuan’ ibu ku menjadi salah satu alasannya. Continue reading “Hijab? Kenapa enggak?”