review

Sweet 20 (2017)

Sweet_20

“Saya akan buat anda lebih muda 50 tahun”

 

Saya pribadi bisa tergolong jarang ngikutin film atau serial Korea, bisa dibilang hampir nggak pernah malah. Pada awalnya pun saya nggak tau kalau film yang dibintangi oleh Tatjana Saphira ini merupakan remake dari film Korea yang berjudul Miss Granny. Sampai akhirnya ketika tim produksi udah mulai promosi, barulah saya tau kalau ini film remake. Sebelum akhirnya nonton pun, saya sempat baca review beberapa orang tentang film ini di web, blog, bahkan twitter. Dan banyak dari mereka yang merekomendasikan film ini. Lalu pergilah saya ke bioskop, karena penasaran.

635317-1000xauto-remake-sweet-20-e1497928105369

Seperti yang kalian tau, film ini menceritakan mengenai seorang nenek super cerewet Fatmawati (Niniek L. Karim) yang kembali muda di saat ia hampir dimasukan ke panti jompo oleh anak satu-satunya (Lukman Sardi). Nenek yang bernama Fatmawati itu akhirnya merubah nama menjadi Mieke Wijaya (Tatjana Saphira), dan mencoba menjalani hidup barunya sebagai perempuan berusia 20 tahun.

Salah satu kelebihan dari film ini menurut saya adalah akting Tatjana Saphira sebagai gadis muda yang berjiwa nenek-nenek cerewet, sumpah sih ini pecah banget! Hampir disetiap scene dia bisa membuat penonton, terutama saya tertawa. Bagaimana ia bersikap ketika sedang bersama dengan cucunya Juna, yang diperankan oleh Kevin Julio, atau bagaimana sikap dia ketika sedang merasakan jatuh cinta lagi ketika sedang bersama dengan Alan (Morgan Oey). Menurut saya, film arahan Ody C. Harahap berhasil menjadi salah satu film remake dengan kualitas yang oke.

13725779_1415720805111124_1812577660_n

Selain karena akting Tatjana Saphira yang mumpuni, kenapa saya bilang film ini oke adalah karena Upi dan tim berhasil mengadaptasi film ini sesuai dengan budaya yang ada di Indonesia. Seperti yang teman-teman tau kan kalau film ini asal muasalnya dari Korea, yang di adaptasi menjadi film Indonesia, otomatis cerita dan penulisan naskah harus diadaptasi dengan budaya kita kan, dan menurutku mereka berhasil dan sama sekali tidak terkesan maksa. Meskipun dasar film ini adalah fantasi, tapi saya pribadi masih tetap merasa real, ya walau tetep ada hal yang terasa tidak mungkin terjadi dan agak cukup bikin saya berpikir, “masa iya anaknya nggak punya foto ibunya waktu muda.”

tatjana-saphira-slamet-rahardjo-tika-panggabean_1497682895

Alur cerita pun dibuat semulus mungkin, sehingga penonton bisa menerima tanpa dipaksa harus memahami cerita. Di awal kita ikut prihatin atas nasib Nenek Fatma yang kemungkinan akan dikirim ke panti jompo oleh anaknya (Lukman Sardi). Lalu kita ikut merasakan kepanikan saat Nenek Fatma berubah menjadi gadis berusia 20 tahun, bagaimana perasaan Nek Fatma yang kaget beserta usaha untuk beradaptasi menjadi perempuan muda masa kini yang sebenarnya sudah berusia tua. Di akhir, meskipun sebentar, namun kita diajak untuk merasakan rasa haru dan sedih saat Mieke akhirnya kembali menjadi Fatma demi menyelamatkan nyawa sang cucu.

Oh iya, di film ini juga Tatjana diharuskan untuk menyanyikan beberapa lagu. Kesannya? Ya, sepertinya Tatjana berusaha cukup keras untuk mengasah kemampuan bernyanyinya.

 

 

Score : 8.5/10

PS : berkat film ini, saya penasaran untuk nonton versi aslinya (Miss Granny), hasilnya? Saya lebih suka versi Indonesia dan hanya bertahan selama 15 menit hehehehe. *peace*

Picture From Google.

cerita pribadi · opini

You Get What You Give

DSCF4458

Siapa di sini yang punya mimpi? Siapa diantara kalian yang sampai saat ini masih terus berjuang buat mimpinya? Siapa yang pernah pengen nyerah dan berhenti berjuang buat mimpinya? I did. Sering malah.

Menurutku, itu adalah sesuatu yang manusiawi (banget), terutama kalau kita sudah dihadapkan sama hambatan atau pernah gagal. Pikiran kalau we didn’t born to do that, pikiran pesimis bahwa kita tidak akan bisa atau tidak layak pasti pernah muncul ke mereka yang pernah gagal dalam mengejar cita-citanya.  Mungkin itu akan jadi respon alamiah pertama yang muncul pada individu yang mengalami kegagalan. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah benar bahwa kita tidak terlahir untuk melakukan itu? Let me explain from my point of view, and maybe a little psychology theories.

Dari kecil kita diajarkan sama guru di sekolah, kalau kita boleh punya mimpi setinggi langit. Mereka mengajarkan bahwa semua mimpi itu bisa dicapai, bahwa semua mimpi kita itu mungkin. Tidak ada yang salah dengan bermimpi, tidak ada yang salah dengan punya mimpi yang tinggi, dan tentunya tidak ada yang salah dengan usaha kita dalam mencapai mimpi itu (in good way, of course). Kita semua setuju kan kalau Tuhan menciptakan kita dengan segala kemampuan? Semua individu itu punya kemampuan, punya kelebihan yang bisa dia pakai untuk mencapai apa yang menjadi tujuannya, impiannya. Kalau kata teori Humanistik semua individu lahir itu secara baik, setiap individu punya kemampuan di dalam dirinya untuk mencapai menjadi individu yang lebih baik atau yang mereka sering sebut dengan aktualisasi diri.

Proses untuk mencapai mimpi, untuk aktualisasi diri itu memang tidak mudah. Lagian tidak ada yang mudah, bukan? Semuanya butuh proses, butuh usaha, pasti ada kendala, pasti perasaan pengen nyerah itu ada. Apalagi kalau kendala yang kita hadapi itu bertubi-tubi dan berasa sulit sekali untuk dilewati, ya kan? Biasanya perasaan pengen nyerah itu ketika kita sudah merasa gagal beberapa kali. Kita suka berpikir bahwa kita dilahirkan bukan untuk melakukan itu. We think that it’s better to give up. Kita berpikir kalau alam semesta ini tidak mendukung kita melakukan hal tersebut, tidak mendukung mimpi kita. Tapi apakah memang seperti itu? Apakah lebih baik menyerah? Menyerah untuk mimpi kita? I don’t think so..

Menurut banyak orang, menurut kata-kata motivasi klise, bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, bahwa kegagalan adalah kunci individu akan berhasil. Temen-temen tau kan cerita Colonel Sanders, berapa kali dia gagal menjual resep ayam gorengnya itu? Lebih dari 1000 kali (kalau tidak percaya, temen-temen boleh googling aja) sebelum akhirnya jadi KFC. Ada juga Thomas A. Edison yang berkali-kali gagal sebelum akhirnya berhasil menciptakan bola lampu. Ya, mungkin memang benar kalau kegagalan itu bisa jadi kesuksesan yang tertunda, yang selama ini aku yakini sih, dengan gagal aku jadi tau salahku dimana, kurangku dimana, dan dari situ aku bisa belajar untuk memperbaikinya. Bukannya malah nyerah dan ya sudah, cari yang lain. Tapi sekalinya gagal lagi ya cari lagi yang lain, gitu aja terus sampai Nobita lulus SD.

Mungkin untuk orang-orang terdekatku, untuk beberapa orang yang setia baca blog ku (semoga aja ada hehe) tau banget betapa cintanya aku dengan menulis. Seberapa terobsesinya aku dengan tulis menulis. Aku ingin bisa jadi penulis, aku ingin bisa memberikan ‘manfaat’ buat orang banyak melalui tulisan, aku ingin menghasilkan karya yang bisa bikin orang tua bangga dengan anaknya. Lebih jauh aku ingin menghasilkan uang dari tulisan-tulisan yang aku buat. Berlebihan kah? Aku rasa tidak, siapa yang tidak senang dan tidak mau kalau hobinya selama ini bisa memberikan pemasukan secara ekonomi? Nah, sekarang pertanyaannya, apakah untuk mencapai tujuan ini mudah? Tentu jawabannya tidak. Aku rasanya dulu pernah cerita di salah satu postingan blog kalau aku suka menulis dari SD, karena tidak ada teman cerita di rumah, jadinya aku sering nulis buku diari. Ketika SMP, mulai iseng nulis cerita fiksi, dan iseng juga nyoba ngirimin naskah itu ke salah satu penerbit besar di Indonesia, dan tentunya di tolak. Dari kejadian itu pun aku sempat berenti menulis beberapa tahun. Ya, cuma sesekali aja nulis diari kalau lagi galau, hehe. Pertemuanku selanjutnya dengan proses menulis adalah ketika kelas 3 SMA, saat itu aku dikenalkan kepada aplikasi blogspot oleh mata pelajaran Komputer di sekolah. Rasanya saat itu, saat akhirnya menemukan media baru untuk kembali menulis, seperti bertemu dengan sahabat yang telah lama hilang. Mulai dari saat itu pun, perjalanannya tidak mudah. Aku masih belum berani membuat cerita fiksi, belum berani menuliskan pendapat-pendapatku, feed blog ku saat itu masih penuh dengan curhatan-curhatan masa SMA yang yagitudeh, pasti kalian paham.

Saat ini, setelah kurang lebih 9 tahun aku serius nulis blog, sudah berhasil menyelesaikan 2 buku (L.I.F.E dan Chrysanthemum) –ya meskipun belum masuk penerbit nasional, alias masih indie— rasa lelah, perasaan ingin berhenti dan ingin mencari hobi lain itu masih sering datang. Apalagi di saat mulai mentok sama draft tulisan terbaru, melihat hasil karya orang lain lebih bagus, ide-ide juga mulai berkurang, termasuk ketika penjualan buku mulai turun. Tapi kecintaan ku sama menulis selalu membawa ku kembali ke proses tulis menulis. Bagiku, menulis itu seperti obat yang bisa menyembuhkanku dari kebosanan rutinitas sehari-hari. Kadang kalau motivasi nulis lagi benar-benar hilang, aku bakal mencoba untuk mengingat kejadian indah yang berhubungan dengan hobi menulis ini yang pernah terjadi padaku. Aku juga suka mengingat alasan mengapa aku suka menulis, perasaan lega, seneng, dan puas yang muncul setelah aku berhasil menyelesaikan satu tulisan, ntah itu artikel pendapat, review tentang sesuatu, prosa, cerpen, atau buku. Kedua hal itu yang selalu bikin aku balik lagi untuk menulis, balik lagi untuk meneruskan tulisan. Oh sama satu lagi sih yang selalu jadi motivasi, teman-teman terdekat atau pun bukan, yang selalu baca tulisanku, yang memberikan feedback positif ataupun yang membangun, dan mereka yang suka nanya “kok udah lama ngga nulis?” “kapan dong nulis review ini?” “kapan buku selanjutnya selesai?” dan lain-lain. Disadari atau tidak mereka jadi salah satu hal yang paling mendorongku untuk terus nulis.

Akhir kata, aku hanya mau bilang buat semua, keluarga, pacar, teman-teman terdekat, pembaca blog ini, penulis lainnya, sampai blogger lainnya. Makasih karena selalu mengingatkan ku untuk terus mengerjakan yang aku suka, yaitu menulis. Terima kasih karena sudah menjadi motivator ku untuk membuat karya yang lebih baik dan lebih baik lagi. Mari kita sama-sama berkarya, untuk diri sendiri, orang lain, dan mungkin negara :”)

“When you want to give up for your dream. Just remember the good moment about it and why you doing it.” – SY

Resep

Resep : Tumis Buncis dan Tomat Cherry

Hai teman-teman, gimana puasanya? Lancar kan ya? Udah makan dan masak apa aja selama puasa ini mentemen? Sayur sama buah ngga ketinggalan kan?

Katanya, bagus kalau waktu saur kita makan makanan yang banyak seratnya, ya seperti sayur dan buah. Katanya sih supaya nggak gampang lapar. Ya selain itu sayur dan buah kan memang salah satu makanan sehat ya kaaan, hehe.

Oke, anyway aku sekarang mau share salah satu resep favoritku untuk dimasak dan dimakan. Kenapa? Pertama karena makanan ini sehat, dan cara masaknya pun gampaaang bangeet. Penasaran?

Bahan :

Baby buncis

SAM_0533

Tomat cherry

SAM_0534

Olive oil (kalau ngga ada minyak kelapa biasa aja)

Beberapa siung bawang putih (tergantung selera).

SAM_0535

Garam secukupnya.

Gula secukupnya.

Merica sedikit.

Penyedap rasa secukupnya (tergantung selera).

Cara Memasak :

  1. Besihkan semua bahan-bahan, (bawang putih, buncis, dan tomat). Bawang putih di cincang kecil-kecil, baby buncis di potong sesuai selera begitu pun dengan tomat. Kalau aku biasanya buncis dan tomat di bagi dua, biar ngga terlalu besar dan nggak terlalu kecil.
  2. Didihkan air, dan masukan baby buncis kedalam air mendidih tersebut. Rebus sebentar ya sekitar 30 detik sampai satu menit juga cukup.
  3. Lalu angkat buncis tersebut, masukan ke dalam air dingin. Hal ini bertujuan agar menghentikan proses memasak buncisnya, biar ngga lembek gitu buncisnya. Oh iya, semakin dingin air semakin baik ya. Kalau aku biasanya pakai air es atau menambahkan es batu di air bersuhu normal. Kemudian tiriskan.
  4. Setelah itu, panaskan minyak dan tumis bawang putih yang sudah di cincang kecil-kecil.
  5. Setelah bawang tersebut wangi, baru masukan buncis yang sudah di tiriskan.
  6. Tunggu sekitar 1-2 menit, baru masukan tomat cherry. Mulai juga masukan bumbu-bumbu lain, garam, gula, merica, dan penyedap rasa.
  7. Pastikan semua bumbu sudah tercampur dengan rata.
  8. taraaaaa…… masakanmu siap untuk di makan.

SAM_0536

Gimana? Gampang kan? Bisa nih di coba buat menu sahur bahkan berbuka. Oh iya, satu yang harus diingat. Buncisnya jangan sampai terlalu matang ya, karena teksturnya jadi lembek dan kurang enak aja hehehe. Lagian katanya kalau masak sayur terlalu matang, khasiat-khasiat dari sayurnya malah berkurang. Selamat mencoba teman-teman! Buat yang udah berhasil nyoba, mohon komentarnya yaaa…. boleh langsung komen di kolom comment aja. Terima kasih, semoga bermanfaat yaaaa 🙂

 

 

 

 

 

Tips

How To Make Your Day (More) Productive?

DSCF4464

  1. Bangun pagi hari (Subuh)

Menurut penelitian, dengan bangun pagi badan kita akan lebih terasa segar dan lebih siap dalam menghadapi hari (cieee…). Alasan lainnya sih karena kalau kita bangun lebih pagi, kita jadi punya waktu lebih buat melakukan kegiatan. Familiar kan dengan pepatah “jangan bangun siang, nanti rejekinya dipatok ayam.” Mungkin pepatah itu buat ngingetin kita lebih pagi kita bangun, lebih banyak kegiatan yang bisa kita lakukan. Buat yang muslim pasti udah nggak aneh sih bangun subuh, sekalian solat subuh.

 

  1. Olah raga pagi hari (senam dan jogging, atau pakai bantuan alat olah raga)

Olah raga di pagi hari juga penting nih buat tubuh kamu, kita bakal lebih fit dan semangat kalau hari kita di awali dengan berolah raga. Aliran darah jadi lancar dan badan nggak terasa loyo kalau kita berolah raga dulu sebelum memulai hari. Olah raganya nggak usah yang berat-berat kok, jogging keliling kompleks atau bahkan senam di kamar juga cukup, apalagi sekarang udah banyak banget video 7 minutes work out gitu kan. Bersyukurlah teman-teman yang punya alat olah raga di rumah, pilihan olah raga paginya semakin beragam toh? Oh iya dengan berolah raga juga bisa bikin mood kita lebih baik dan tingkat stres kita berkurang loh!

 

  1. Sarapan sambil menghilangkan keringat

Asupan gizi di pagi hari adalah suatu keharusan! Sedikit apapun yang kita makan, itu berguna banget buat sisa-sisa jam berikutnya. Sesempitnya waktu kalian di pagi hari, sarapan itu tetep harus dilakuin. Kalau saya pribadi, ketika buru-buru, at least ada biskuit atau satu slice roti yang masuk ke perut. Kegiatan sarapan ini juga bisa sekalian kamu pakai buat nurunin keringet selesai olah raga. Kan nggak baik mandi di waktu badan kita masih penuh dengan keringet, bisa masuk angin nanti.

 

  1. Mandi, refesh your body!

Setelah kenyang, dan keringat hilang, baru deh waktunya kita buat menyegarkan kembali tubuh kita. Menurut penelitian sih dengan mandi pakai air dingin kondisi fisik dan psikis kita akan lebih baik daripada mandi pakai air hangat. Yang saya rasain sih emang kalau mandi pakai air dingin, badannya lebih fresh dan seger. Kalau temen-temen pengen bikin tubuh lebih relaks, silahkan pilih air hangat. Warm water always perfect for relaxing your body.

 

  1. Make a to do list (3 paling banyak, tergantung kegiatan dan orangnya)999daa1913eacaaea8952e057989c215

Setelah badan lebih segar dan enak, baru bikin list apa aja yang akan dilakukan hari itu.  Kalau saya, banyaknya list kerjaan yang pengen dilakuin tergantung beratnya kerjaan itu dan waktu yang tersedia. Misalnya kalau kerjaannya simple (kayak SMS atau telfon orang) otomatis list nya bisa lebih dari 3. Tapi kalau kerjaannya itu membutuhkan waktu yang banyak (bikin laporan, thesis, atau sekedar bikin draft tulisan) biasanya 3 pun udah nggak ada waktu buat nafas hehehe. Kalau kalian adalah individu yang nggak gampang lelah dan punya segudang energi, kayaknya nggak masalah mau bikin list yang banyak juga.

 

  1. Istirahat 15 menit setiap 60 menit

Buat menyegarkan otak dan mata (terutama kalau kegiatan kita berhadapan dengan layar laptop/komputer), kita harus menyediakan waktu sebentar untuk mengistirahatkan mata dan otak kita hehe. Berdasarkan pengalaman, mata akan terasa tidak mudah lelah kalau kita mengistirahatkan setelah satu jam terus menerus menatap layar laptop atau menatap fokus apapun. Biasanya yang saya lakukan sih main sama ponakan, atau sekedar jalan-jalan keliling rumah hahaha. Kalau kebetulan lagi ngerjain di luar ya cukup dengan melihat ke sekeliling aja.

 

  1. Sediakan asupan gizi favorit, is a must!

Junk-Food1

For me everything with MSG is never failed! Hahahaha. Maklum ya anaknya nggak bisa lepas dari yang namanya penyedap rasa L selain buat menghilangkan rasa bosan, tapi cemilan juga berperan sebagai asupan ketika otak sudah lelah dan perut sudah meminta dimasukin makanan. Satu hal yang harus diingat, yang namanya cemilan harus simple dan memungkinkan untuk dimakan meskipun sambil mengerjakan sesuatu. Jadi segimana pun kamu cintanya sama nasi padang, dia nggak bisa dijadiin cemilan yaaa hehehe. Hal ini juga berlaku buat mie goreng, eh kalau pop mie bisa sih kayaknya.

 

  1. Pilih tempat dan suasana yang paling nyaman buat kamu.

desk-girly-pretty-study-Favim.com-3025383

Untuk setiap orang definisi tempat dan suasana yang nyaman itu pasti beda-beda. Buat saya pribadi, alunan musik itu wajib hukumnya! Buat orang lain mungkin suasana yang sepi lebih cocok buat mereka. Ada beberapa orang yang lebih produktif dengan ngerjain di tempat umum, tapi ada sebagian orang lagi yang ngerasa lebih cocok kalau ngerjain di tempat yang lebih private (rumah, kontrakan, apartemen, atau kosan). Ada orang yang harus ngerjain itu siang hari, tapi ada juga yang baru bisa ngerjain kalau udah tengah malam. Its up to you, yang penting kalian nyaman dan ide yang ada di kepala kalian ngalir dengan mudah.

 

  1. Make a self-reward

371e0edcaaa37e8dcabf332bd3309ded

Sebagai penyemangat, kita bisa ‘berencana’ ngasih reward ke diri sendiri kalau salah satu atau beberapa to do list hari itu sudah terselesaikan. Reward ­nya pun tergantung kalian, bisa dengan nonton serial favorit satu episode, atau main games selama beberapa menit, atau makan makanan kesukaan yang tidak memungkinkan dijadikan cemilan. Dengan adanya reward ini diharapkan sih bisa memotivasi kita supaya to do list yang udah dibuat bisa terlaksana semuanya…

 

  1. Tidur yang cukup, makan juga tentunya…

Kita semua tau kan kalau tidur cukup dan makan tepat waktu adalah salah satu resep supaya selalu sehat dan selalu ada energi. Sebanyak-banyaknya kerjaan, tidur dan makan adalah dua hal yang nggak pernah saya dan nggak boleh dilupakan apalagi ditinggalkan. Kesehatan itu tetap nomor satu yang harus (selalu) dijaga. Karena hari kita sudah pasti nggak akan produktif, kan?

 

Gimana? Cukup membantu kah? Happy trying readers. Semoga sharing pengalaman dan pengetahuan kali ini cukup membantu yaaaa ❤

PS : some pictures from tumblr and pinterets.

prosa

Our Story

348_the-new-rules-of-the-engagement-ring-1038678-TwoByOne

For other people quantity is a key, but not for me.

For other people distance could be a problem, but not for me.

For me quality is a key.

For me trust each other is important.

Thank you for keeping it right.

Thank you for believe in me.

Thank you for make one step closer to our dreams.

Thank you for make our dreams come true.

I know we have problem(s), every couple have problems.

I know our story is not perfect.

But, whatever it is, with you, it feel perfect.

Ya, I love our story.

And, I love you, I do. ❤

 

 

ps : Picture from google :”)

Tips

Tips Packing Efektif

tumblr_static_filename_640_v2

 

Halo, Readers! Apa kabar? Lagi pada liburan ya? Atau lagi pada nyiapin buat liburan? Ya, bulan April-Mei ini banyak banget hari libur dan long weekend. Tiap liat instagram atau path pun isinya orang-orang pada liburan semua. Nah, pasti temen-temen pada setuju dong kalau packing adalah salah satu hal yang ngga bisa dipisahkan sama liburan, mau ke luar kota apalagi luar negeri? Banyak juga orang yang kadang suka males tiap harus packing, karena terkenal ribet. Temen-temen ku kadang suka heran sama bawaan aku yang paling simple setiap mau pergi ke luar kota.

Kali ini, aku mau berbagi gimana caranya packing yang simple tapi efektif dan ngga akan bikin kalian kekurangan baju atau perlengkapan apapun. Here it is..

  1. Pastikan dulu itenary liburan kita.

Ya, sebelum memutuskan apa aja yang akan dibawa, pastiin dulu semua itenary kita selama liburan atau kegiatan di luar kota itu (bisa juga perjalanan dinas kan). Kira-kira akan tinggal dimana selama disana, tempat mana aja yang akan kita datangi, dan tentunya kegiatan apa aja yang akan kita lakukan.

Kalau kita akan tinggal di hotel yang cukup bagus dan pasti nggak overperson, biasanya aku ngga akan bawa handuk dan sendal untuk di hotel, karena sudah mereka sediakan. Tapi kalau misalnya tempat tinggal kita nanti nggak menyediakan dua hal tersebut, sudah tentunya dua hal tersebut jadi hal wajib yang dibawa. Untuk handuk biasanya aku bawa yang nggak terlalu besar, dan nggak usah terlalu tebal, yang penting bisa ngeringin badan setelah mandi hehe.

Selain pastiin itenary kita, pastiin juga kita bawa barang yang memang akan kita dipakai disana, biar ngga mubazir aja gitu. Oh iya, kalau kita di luar kota cukup lama, kita bisa mempersiapkan diri buat nyuci baju disana daripada harus bawa banyak baju takutnya bagasi pesawat overweight, kan keluar uang lagi. Mending uangnya disimpen buat oleh-oleh hehehe.

  1. Bikin list apa aja yang mau dibawa.

13df35e567cef0d9f85e3a5a558f4ad4

Setelah memastikan itenary, baru deh kita buat list barang-barang apa aja yang akan dibawa. Berapa banyak baju, keperluan lain dan asesoris lainnya kalau kira-kira dibutuhkan. Aku sih biasanya mengecek list ini beberapa kali sebelum akhirnya list tersebut final. Hal ini biasanya dilakuin buat make sure aja kalau nggak ada yang kelupaan.

  1. Usahakan packing satu hari sebelum keberangkatan

tumblr_inline_nyevoeyhdp1tpzgz5_1280

Setelah udah pasti bawa apa aja, baru deh proses packing dimulai. Aku pribadi selalu dibiasain dari dulu kalau packing itu selalu sehari sebelum keberangkatan, ya paling telat malemnya. Sebenernya sih biar ngga buru-buru dan ada kesempatan buat cek ulang bawaan, biar ngga ada yang ketinggalan.

Terus kalau kita packing nya nggak buru-buru, kita bisa cari ide lagi biar barang bawaan masuk ke dalam tas seefektif mungkin, tanpa harus bawa banyak tas. Salah satu acaranya bisa dengan menggulung-gulung baju, atau bisa pakai plastik pakage gitu yang kayak dibawah ini. Nyarinya gampang kok, di supermarket gede gitu juga biasanya ada.

35-27CM-Free-shipping-wholesale-100pcs-lot-HIGH-QUALITY-Shopping-font-b-Packaging-b-font-font

Ini juga ada tips lain, biar proses packing lebih efisien. Here it is..

luggage-packing-f

  1. Pilih baju-baju yang kira-kira akan sesuai dengan itenary kita.

Dengan kita tau dengan jelas itenary liburan kita, kita jadi bisa memperkirakan baju kayak apa aja yang bakal kita bawa. Baju-baju yang dibawa liburan ke pantai, gunung, bahkan jalan-jalan di kota saja pasti berbeda. Dan oh iya, iklim di tempat kita berlibur pun kita harus tau seperti apa, siapa tau sangat berbeda dengan kota asal kita.

Aku biasanya setiap kemana pun pergi, biasanya mengusahakan membawa baju-baju anti kusut yang ngga usah kita setrika. Bahkan biasanya aku bawa baju yang simple dengan bahan yang nggak terlalu tebal, biar koper nggak gampang penuh. Cara menanggulanginya kalau ke tempat yang dingin ya dengan bawa satu jaket yang udah dipake dari berangkat, jadi nggak butuh tempat lagi di tas.

  1. Cek lagi barang bawaan kita.

15185075_aWkZ4

Setelah semua barang dimasukin ke dalam tas, sekarang waktunya membuat ceklist di list yang kita buat sebelumnya. Apakah semua barang udah masuk, atau masih ada yang ketinggalan. Apakah kita sudah siap berlibur atau masih harus ada yang disiapkan? Kalau sudah semua, here you go.. selamat berlibur!

 

Gimana cukup nggak tips-tipsnya? Sebenernya semua balik lagi ke pribadi masing-masing sih, cara packing yang efektif, dan bikin senyaman kalian. Percuma kalian bawa barang sedikit tapi cemas sepanjang liburan karena takut kekurangan baju lah, atau apa lah. Tapi siapa tau juga ada yang mau cobain tips sederhana ku ini juga, selamat mencoba. Semoga bermanfaat! 🙂

 

Picture from tumblr and pinterest..

opini

Sepuluh Film Drama Indonesia Ter-Favorit

UPLOAD

Semakin kesini, film Indonesia mulai menunjukan kegarangannya di bioskop-bioskop tanah air. Siapa yang sangka film Ada Apa Dengan Cinta 2 bisa bersaing lawan Civil Wars, karena tanggal premier-nya yang berdekatan? Sebenernya yang kita tau, film Indonesia mulai booming lagi mulai tahun 2002, ketika Mira Lesmana dan Riri Riza membuat film ‘Ada Apa Dengan Cinta?’ Setelah itu pun mulai bermunculan film-film Indonesia dengan kualitas yang sangat beragam. Yang kualitasnya super-duper bagus sampai yang yagitudeh, ada semua di bioskop. Memang setelah AADC 1 ada masanya kualitas film Indonesia sangat jauh dari kata bagus, atau ada film bagus tapi pamornya kalah sama film yang ngga bisa dibilang bagus. Masa-masa ini juga yang membuat beberapa temanku terkesan enggan ketika diajak menonton Film Indonesia, dari mulai komentar, ‘nanti juga bentar lagi bakal ada di TV.’ Sampai ‘ah bayar mahal-mahal cuma buat nonton FTV doang.’

Jujur, aku sendiri agak miris mendengar pendapat-pendapat tersebut. Karena ntah kenapa sampai saat ini (meskipun beberapa kali kecewa sama film Indonesia) aku masih mau dan bersemangat untuk nonton film Indonesia langsung di bioskop, ya meskipun tetep rada pemilih sih, apalagi tiket XXI atau bioskop lainnya udah ngga semurah dulu kan, hehe.

Oke, dari pada lama-lama aku di sini mau coba kasih rekomendasi film Indonesia dengan genre drama, komedi, ataupun gabungan keduanya yang menurutku worthed untuk di tonton, sejauh ini. Ingat, ini pendapat penonton awam ya, yang nggak ngerti film apalagi teknik-teknik perfilman, hehe.

Yuk, dimulai.. oh iya, angka terkecil adalah yang paling favorit yaa..

  1. 7 hari 24 jam (2014)

00060430

Yang saya suka dari film ini sebenernya simple, saya suka kesederhanaan dari film ini. Hampir keseluruhan setting dilakukan di rumah sakit. Sentuhan komedi pun disampaikan secara pas dan tidak berlebihan. Untuk urusan acting nggak usah diragukan lagi lah ya, Dian Sastro dan Lukman Sardi sih aku rasa udah bisa memainkan perannya dengan baik. Oh iya, film ini juga memberikan pesan yang cukup baik, bahwa bagaimana pun keluarga itu tetap nomor satu. Kalau teman-teman lagi cari film drama keluarga yang cukup menyenangkan (bikin ketawa dan ngga terlalu baper) harus coba tonton film ini.

  1. Siapa Di Atas Presiden? (2014)

siapa-diatas-presdent

Siapa sangka Rizki Nazar yang selama ini kita lihat di sinetron atau FTV bisa menyeimbangi Ray Sahetapy dan Donny Damara di film ini? Yap. Acting Rizki Nazar menurutku pribadi oke banget di film ini. Aku pribadi jelas bukan penggembar Rizki, tapi setelah menyaksikan film ini, aku cukup dibuat penasaran sama film-film dia yang lain. Cerita yang cukup sensitif, nilai sosial, serta sindiran sosial yang ngena dengan keadaan Indonesia saat ini memang menjadi salah satu kekuatan film ini. Ini menjadi salah satu film yang cukup aku sesali karena tidak sempat menontonnya di bioskop.

  1. Sabtu Bersama Bapak (2016)

IMG-20160228-WA0002

Meskipun awalnya nonton film ini karena pengin liat Abimana, keluar bioskop yang diinget cuma Deva. Deva bener-bener jadi show stealer di film ini, dimana ada scene Deva, pasti ada tawa yang keluar dari mulutku. Memang tidak sedikit yang kecewa dengan filmnya karena mereka sudah membaca novelnya terlebih dulu, tapi buat ku yang memang belum baca bukunya, film ini sangat menghibur dan menyenangkan untuk di tonton!

  1. Ngenest (2015)

12232684_796766383765210_4454227513433115105_o

Kayaknya kemampuan Ernest dalam mengarahkan artis baru harus diacungi jempol sih. Berkatnya, Lala Karmela dan Kevin Anggara bisa memenangkan Pendatang Baru Terbaik di acara awards buat film-film. Seperti yang aku bilang di review film ini di sini kalau yang jadi salah satu daya tarik film ini adalah chemistry antara Ernest sebagai dirinya, dan Lala Karmela sebagai Meira (istri Ernest). Komedinya jelas dapet banget, tapi jangan salah, ada juga scene yang bikin baper dan berhasil membuatku nahan-nahan biar air mata ngga jatuh, hehe.

  1. Rectoverso (2013)

9f42152972d6cc1b40ead2974621fb0f

Ini kayaknya film dengan tahun keluar paling lama yang aku rekomendasiin. Kalau ditanya apa yang paling diinget dari film ini? Jelas acting Lukman Sardi. Kisah Malaikat Juga Tahu memang jadi yang paling kuat diantara cerita-cerita lain di film ini. Temenku (read : cowok) aja nangis sampai minta tisu ke temenku yang lain, canggih sih nih film. Buat temen-temen yang pengen nonton film super baper dan bikin nangis sesegukan, film ini bisa banget dijadiin referensi.

 

  1. Hijab (2015)

141870180726019_1000x1429

Colorful dan menyenangkan adalah dua kesan yang muncul setelah menonton film ini. Setelah membuat banyak film kontroversi, akhirnya Mas Hanung kembali dengan film persahabatan sederhana nan epic. Film yang cukup erat dengan sindiran sosial pun aku rasa cukup worthed untuk di tonton. Ya at least buat yang pengen ketawa-tawa doang, dan melihat chemistry antara keempat perempuan itu.

 

  1. Filosofi Kopi (2015)

poster-terbaru-filosofi-kopi-isyaratkan-konflik

Mata rasanya seger banget liat Rio Dewanto sama Chico Jericho ada di satu frame. Ditambah dengan naskah epic buatan Jenny Jusuf, dan chemistry yang oke antara mereka berdua menjadikan film ini layak untuk di tonton. Saking canggihnya naskah film ini, ada beberapa bagian yang bikin aku senyum tapi sambil meneteskan air mata.

 

  1. Kapan Kawin? (2015)

Kapan-Kawin-Poster-Film-Indonesia

Pantes aja sih kalau Reza Rahardian laku banget sekarang, dan di sebut-sebut salah satu aktor berbakat di Indonesia. Dia kayaknya bisa jadi siapapun (read : kecuali Dono, Abimana oke banget sih jadi Dono dan nggak bakal ada yang ngalahin). Film komedi-romantis ini menawan dengan segala kesederhanaan yang disajikan. Komedi yang disajikan tidak berlebihan, bahkan menurutku sangat simple, konfliknya pun konflik sehari-hari yang memang sering kita temui. Mungkin film ini terasa istimewa karena mereka tidak berusaha untuk menjadi film yang istimewa.

 

  1. Shy Shy Cat (2016)

poster-shy-shy-cats

Siapa sangka Acha Septriasa bisa ngalahin lucunya Nirina Zubir? Siapa sangka Titi Kamal bisa berlogat sunda dengan cukup baik? Yap. Film ini cukup ngasih banyak kejutan. Meskipun judulnya kurang menjual (menurutku), tapi kalau udah nonton, wow! Oh iya, yang aku suka lagi dari film ini, penggunaan Bahasa Sunda di film ini bener-bener diperhitungkan. Pemain-pemain yang diharuskan menggunakan Bahasa Sunda memang bisa berbicara Bahasa Sunda dengan baik, sehingga nggak kerasa ganggu ketika mereka ngomong.

 

  1. Moammar Emka’s : Jakarta Undercover (2017)

Jakarta Undercover poster

PECAH! Cuma satu komentar ku buat film yang satu ini. Alur cerita, acting para pemain, sampai konflik yang terjadi cukup membuat aku puas seketika keluar dari bioskop. Film ini emang pasti banyak kontroversinya, tapi asli bagus. Acting Baim Wong dan Bimo fix jadi favorit ku di film ini. Pesen nih ya, buat temen-temen yang berkesempatan nonton film ini, wajib nonton! Karena ku yakin kayaknya nggak bakalan di tayangin di TV Lokal, hehe.

opini

#yangmudayangberkarya

image

“Selagi ada kesempatan, berkarya ya.” – Hamidiyawan

Kalau ngeliat gambar di atas, muncul satu pertanyaan untuk kita semua yang pengen ku tanyain, “kalian lebih memilih hidup sebentar tapi bermanfaat atau hidup lama tapi useless?” Hidup seperti kura-kura memang sangat menggoda, doing nothing, nggak punya beban apa-apa, nggak punya tanggungan apa-apa, dan kayaknya nggak pernah ngerasain cemas selama hidupnya. Tapi apakah kita akan cukup puas dengan hanya berdiam diri?

Saat ini banyak artis mudah maupun public figure ‘meneriakan’ agar anak-anak muda masa kini mulai berkarya, dalam hal apapun entah seni, bisnis, atau apapun. Liat deh instagram Chelsea Islan, dia sering banget posting dengan hastag #yangmudayangberkarya. Raditya Dika dan Pandji sering jadi pembicara di seminar Creativepeurner buat anak-anak muda.

Seperti yang kita tau, sebenarnya usia nggak bisa jadi patokan buat kita menghasilkan sebuah karya. Untuk contoh, Damien Chazelle (32 tahun) bisa menjadi sutradara termuda dalam sejarah perfilman Hollywood yang memenangkan Oscar. Mungkin ini juga bisa jadi sejarah dunia sih. Joko Anwar aja sampe bikin tweet, “Damien Chazelle diusia 32 udah berhasil dapet oscar, kita diumur 32 udah bikin apa?” yap. Kalau kita selalu berpikiran untuk nunggu umur yang tepat untuk berkarya, kita akan selalu kalah dari orang lain yang mungkin nggak punya pemikiran kayak gitu.

Selalu berhenti berkarya saat ngerasa karyanya nggak cukup bagus? Seperti yang dibilang sama Pandji, ‘semua karya awal tuh pasti alay.’ Ya aku rasa berkarya itu kayak belajar, kayak belajar jalan, kita kan ngga akan bisa langsung lari, pasti jatuh dulu. Begitu juga dengan karya, pertama kita nulis ya nggak bakal bisa dibandingin sama buku-bukunya Dewi Lestari atau Ika Natassa. Pertama kali kita bikin film juga nggak akan sebagus sama film-filmnya Hanung Bramantyo atau Fajar Nugros. Pertama kali kita open mic, ya nggak akan selucu Pandji Pragiwaksono dan Mo Sidik yang udah keliling dunia.

Semua itu butuh proses, butuh waktu dan pastinya butuh usaha. Aku tau kok, dan ngerasain juga, yang namanya maintance usaha dan niat itu nggak gampang. Banyak banget godaannya, banyak banget hal yang akan bikin kita rasanya pengen berenti aja, pengen nyerah aja. Bikin buku tapi nggak lolos publishing, coba ngelucu tapi nggak ada yang ketawa. Kayak yang disampaikan sama Coach Carter di film dengan judul sama ‘walaupun kita ditakdirkan untuk sukses, tapi terkadang kita harus merebut kesuksesaan tersebut.’

In the end, buat siapapun yang ingin berkarya, berkarya lah. Urusan bagus atau jelek itu urusan belakangan. Lagian dengan kita mencoba dan gagal, kita akan tau apa yang harus diperbaiki daripada kita sama sekali mencoba, ya kita nggak bakal tau apa yang kurang dari kita. So, what would you choose to live? Being a rabit, a dog, or a turtle? Its Your choice.

 

“Mulailah berkarya, lalu perbaiki hasil karya tersebut.” 

 

cerita pribadi

Hijab? Kenapa enggak?

“Ketika Jilbab mengetuk hati, tak ada yang akan mampu menghalangi.”

 

                Pernyataan dan pertanyaan umum yang muncul ketika aku memutuskan untuk memakai hijab adalah “Alhamdulillah, akhirnyaaa….” atau “Apa yang mendorong pakai kerudung?” Aku sendiri sebenarnya bingung kalau ditanya seperti itu, karena aku sendiri merasa tidak mendapatkan hidayah apa-apa sebelum akhirnya memutuskan untuk merubah penampilan. Orang tua ku tidak menyuruh, bahkan cenderung ‘melarang’ aku untuk menggunakan hijab sebelum bisa memperbaiki perilaku dan ibadah wajib lainnya. Teman-teman terdekatku beberapa kali mengajak teman-teman lainnya untuk berhijab, dan aku adalah satu-satunya yang tidak pernah menggubris ajakan itu. Orang terdekatku (pacar) pun tidak pernah menanyakan kapan aku akan menggunakan kerudung. Yang pasti, aku merasa ada yang mendesak diriku, dari dalam diri untuk segera merubah penampilan. Beberapa bulan terakhir aku selalu terpikir untuk menggunakan kerudung, namun ada saja yang akhirnya membuat ku tidak jadi menggunakan hijab, mungkin ke’tidaksetujuan’ ibu ku menjadi salah satu alasannya.

                 Ya. Saat ini hati ku sudah tersentuh, aku ingin menggunakan kerudung, no matter what. Aku tau aku masih banyak, bahkan sangat banyak kekurangan dari mulai shalat kadang masih suka ketinggalan, masih suka ngomongin orang lain, dan dosa-dosa kecil lainnya yang bahkan mungkin nggak kita sadari sebelumnya. Tapi di satu sisi, aku juga punya informasi bahwa wanita yang sudah akil baligh itu wajib menggunakan hijab, aku juga tau bahwa anak perempuan yang menggunakan hijab dapat memberikan sedikit pahala untuk ayahnya. Mungkin itu yang menjadi salah satu pendorong ku sampai akhirnya memutuskan untuk menggunakan hijab.

                Kalau aku diminta untuk refleksi lagi, ada salah satu alasan yang cukup pribadi untukku yang akhirnya membuat aku tergerak untuk berhijab. Aku merasa sudah diberikan banyak kemudahan oleh Yang Maha Kuasa, diberikan rejeki oleh-Nya, tapi kenapa aku selalu mencari alasan untuk tidak menjalankan salah satu kewajibannya? Alasan ini juga yang sebenarnya membuat shalat ku saat ini jauuuh lebih baik daripada dulu (meskipun belum sempurna sih, better but not perfect, yet). Aku juga nggak mau ketika aku memohon padaNya, dan Yang Maha Kuasa memberikan banyak alasan untuk tidak mengabulkan hal tersebut (meskipun hal ini sepertinya tidak mungkin sih, hehe.)

                Pada akhirnya kepada siapapun yang bertanya kenapa aku memutuskan untuk berhijab, jawabannya cuma satu, kenapa nggak? :”)