Hello, 2018!

happy-new-year___http-loveisafake.tumblr.compost150454000262-500x250

Selamat tinggal 2017. Tahun yang menurut saya terasa paling cepat. Perasaan baru kemarin merayakan tahun baru 2017, eh sekarang sudah merayakan lagi tahun baru 2018. Who’s agree with me?

Di tahun yang baru ini seperti biasa, semua orang pasti berlomba-lomba dalam membuat resolusi baru. Semua pasti memiliki pikiran bahwa rasanya belum afdol kalau belum bikin resolusi baru. Jenis resolusinya juga macem-macem, dari mulai “menyelesaikan resolusi 2017” (kayak saya) sampai membuat harapan baru. Jujur, banyak harapan saya yang belum kesampaian di tahun 2017 ini. Dari mulai menyelesaikan buku dan menyelesaikan kuliah. Tapi tidak berarti di tahun 2017 saya hanya jalan di tempat. Di tahun 2017 saya mengambil dua keputusan yang cukup besar dan membuat pergolakan batin yang juga cukup besar (hehe).

Mungkin buat temen-temen yang setia membaca blog saya atau follow saya di media sosial lain (sekalian promosi, hehe) sudah pada tau yaa bahwa di tahun ini saya memutuskan untuk menggunakan hijab. Ya walaupun masih sangat jauh dari syar’i namun intinya saat ini saya nyaman dengan penampilan baru saya. Di tahun yang sama juga membuat langkah yang cukup besar untuk hubungan saya dengan seseorang, doakan langkah-langkah selanjutnya selalu diberikan kelancaran dan kekuatan untuk kami berdua yaaa 🙂

Selain kedua keputusan di atas, di tahun 2017 juga terjadi beberapa hal yang menurut saya cukup penting. Di tahun 2017 ini, akhirnya saya mengikuti ujian Himpsi (Ujian profesi Psikolog), dan Alhamdulillah lulus. Walaupun memang Surat Izin Praktek dan sebutan psikolog-nya baru sah ketika saya sudah dinyatakan lulus sidang thesis. Peristiwa ini buat saya menjadi salah satu persitiwa besar, apalagi kalau mengingat usaha saya dan beberapa teman untuk bisa ikut ujian profesi saat itu. Dari mulai pesimis bisa ikutan karena ada syarat utama yang belum terpenuhi (yang otomatis harus saya kejar dalam waktu satu bulan untuk menyelesaikan 2 seminar kasus besar sekaligus), belum lagi jam tidur yang berkurang dalam waktu kurang lebih satu minggu, untuk menyelesaikan semua laporan yang sesuai sama kriteria. Terakhir, waktu untuk menyiapkan presentasi kasus kurang dari seminggu (teman-teman lain punya waktu hampir kurang lebih satu bulan untuk persiapan). Akhir tahun benar-benar menguras tenaga deh. Tapi Alhamdulillah hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

Di tahun yang sama juga, akhirnya saya dan beberapa teman membuat bisnis kecil-kecilan berupa learning center, bernama senter.id, memang usaha ini belum menghasilkan apa-apa secara materi, namun melihat respon dari beberapa orang, saya yakin nantinya senter.id bisa memberikan materi (kepada kami para founder) selain memberikan manfaat untuk banyak orang. Ada salah satu kejadian untuk senter.id yang membuat saya senang dan bersyukur. Jadi saat itu, kami membuat semacam kokologi online mengenai seberapa bahagianya diri mereka, dan tanpa di duga-duga yang mengisinya cukup banyak, bahkan mencapai angka ratusan. Jujur, saat itu ekspektasi saya cuma diangka puluhan, jelas kejadian ini membuat kami berempat (founder) senang tiada dua, meskipun dengan begitu kerjaan kami jelas lebih banyak, tapi yang bikin seneng kan berarti banyak juga orang yang sudah ‘ngeh’ atau sekedar tau dengan eksistensi kami hehehe.

Pada akhirnya saya memutuskan bahwa 2017 bisa dikatakan menjadi salah tahun yang cukup baik bagi saya, diluar semua drama yang sempat terjadi dan dua resolusi besar yang belum kesampaian. karena pada tahun 2017 ini ada beberapa kejadian yang unpredictable dan tidak masuk ke dalam resolusi, seperti menggunakan hijab, membuat langkah besar dalam hubungan, dan terakhir membuat bisnis kecil-kecilan.

Sekarang, kalau ada yang bertanya mengenai resolusi saya di tahun 2018? Hmmm… lulus adalah salah satu resolusi terbesar yang saya ingin capai sebelum masuk pertengahan tahun (mohon doanya, Aamiin..), lalu ada menyelesaikan buku lagi, lebih bisa mengatur keuangan, lebih sering olah raga dan menjaga makanan yang akhirnya bisa bikin saya lebih sehat, mengembangkan senter.id, lebih sering dan lebih baik dalam beribadah, dan menikah. Ya semoga salah tiganya atau salah empatnya bisa tercapai.

Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada alam semesta dan tentunya Allah SWT karena sudah membuat tahun 2017 saya begitu berwarna dengan semua ceritanya…. 🙂

 

PS : Picture from Tumblr

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s