Our Story

348_the-new-rules-of-the-engagement-ring-1038678-TwoByOne

For other people quantity is a key, but not for me.

For other people distance could be a problem, but not for me.

For me quality is a key.

For me trust each other is important.

Thank you for keeping it right.

Thank you for believe in me.

Thank you for make one step closer to our dreams.

Thank you for make our dreams come true.

I know we have problem(s), every couple have problems.

I know our story is not perfect.

But, whatever it is, with you, it feel perfect.

Ya, I love our story.

And, I love you, I do. ❀

 

 

ps : Picture from google :”)

Advertisements

Tips Packing Efektif

tumblr_static_filename_640_v2

 

Halo, Readers! Apa kabar? Lagi pada liburan ya? Atau lagi pada nyiapin buat liburan? Ya, bulan April-Mei ini banyak banget hari libur dan long weekend. Tiap liat instagram atau path pun isinya orang-orang pada liburan semua. Nah, pasti temen-temen pada setuju dong kalau packing adalah salah satu hal yang ngga bisa dipisahkan sama liburan, mau ke luar kota apalagi luar negeri? Banyak juga orang yang kadang suka males tiap harus packing, karena terkenal ribet. Temen-temen ku kadang suka heran sama bawaan aku yang paling simple setiap mau pergi ke luar kota.

Kali ini, aku mau berbagi gimana caranya packing yang simple tapi efektif dan ngga akan bikin kalian kekurangan baju atau perlengkapan apapun. Here it is..

  1. Pastikan dulu itenary liburan kita.

Ya, sebelum memutuskan apa aja yang akan dibawa, pastiin dulu semua itenary kita selama liburan atau kegiatan di luar kota itu (bisa juga perjalanan dinas kan). Kira-kira akan tinggal dimana selama disana, tempat mana aja yang akan kita datangi, dan tentunya kegiatan apa aja yang akan kita lakukan.

Kalau kita akan tinggal di hotel yang cukup bagus dan pasti nggak overperson, biasanya aku ngga akan bawa handuk dan sendal untuk di hotel, karena sudah mereka sediakan. Tapi kalau misalnya tempat tinggal kita nanti nggak menyediakan dua hal tersebut, sudah tentunya dua hal tersebut jadi hal wajib yang dibawa. Untuk handuk biasanya aku bawa yang nggak terlalu besar, dan nggak usah terlalu tebal, yang penting bisa ngeringin badan setelah mandi hehe.

Selain pastiin itenary kita, pastiin juga kita bawa barang yang memang akan kita dipakai disana, biar ngga mubazir aja gitu. Oh iya, kalau kita di luar kota cukup lama, kita bisa mempersiapkan diri buat nyuci baju disana daripada harus bawa banyak baju takutnya bagasi pesawat overweight, kan keluar uang lagi. Mending uangnya disimpen buat oleh-oleh hehehe.

  1. Bikin list apa aja yang mau dibawa.

13df35e567cef0d9f85e3a5a558f4ad4

Setelah memastikan itenary, baru deh kita buat list barang-barang apa aja yang akan dibawa. Berapa banyak baju, keperluan lain dan asesoris lainnya kalau kira-kira dibutuhkan. Aku sih biasanya mengecek list ini beberapa kali sebelum akhirnya list tersebut final. Hal ini biasanya dilakuin buat make sure aja kalau nggak ada yang kelupaan.

  1. Usahakan packing satu hari sebelum keberangkatan

tumblr_inline_nyevoeyhdp1tpzgz5_1280

Setelah udah pasti bawa apa aja, baru deh proses packing dimulai. Aku pribadi selalu dibiasain dari dulu kalau packing itu selalu sehari sebelum keberangkatan, ya paling telat malemnya. Sebenernya sih biar ngga buru-buru dan ada kesempatan buat cek ulang bawaan, biar ngga ada yang ketinggalan.

Terus kalau kita packing nya nggak buru-buru, kita bisa cari ide lagi biar barang bawaan masuk ke dalam tas seefektif mungkin, tanpa harus bawa banyak tas. Salah satu acaranya bisa dengan menggulung-gulung baju, atau bisa pakai plastik pakage gitu yang kayak dibawah ini. Nyarinya gampang kok, di supermarket gede gitu juga biasanya ada.

35-27CM-Free-shipping-wholesale-100pcs-lot-HIGH-QUALITY-Shopping-font-b-Packaging-b-font-font

Ini juga ada tips lain, biar proses packing lebih efisien. Here it is..

luggage-packing-f

  1. Pilih baju-baju yang kira-kira akan sesuai dengan itenary kita.

Dengan kita tau dengan jelas itenary liburan kita, kita jadi bisa memperkirakan baju kayak apa aja yang bakal kita bawa. Baju-baju yang dibawa liburan ke pantai, gunung, bahkan jalan-jalan di kota saja pasti berbeda. Dan oh iya, iklim di tempat kita berlibur pun kita harus tau seperti apa, siapa tau sangat berbeda dengan kota asal kita.

Aku biasanya setiap kemana pun pergi, biasanya mengusahakan membawa baju-baju anti kusut yang ngga usah kita setrika. Bahkan biasanya aku bawa baju yang simple dengan bahan yang nggak terlalu tebal, biar koper nggak gampang penuh. Cara menanggulanginya kalau ke tempat yang dingin ya dengan bawa satu jaket yang udah dipake dari berangkat, jadi nggak butuh tempat lagi di tas.

  1. Cek lagi barang bawaan kita.

15185075_aWkZ4

Setelah semua barang dimasukin ke dalam tas, sekarang waktunya membuat ceklist di list yang kita buat sebelumnya. Apakah semua barang udah masuk, atau masih ada yang ketinggalan. Apakah kita sudah siap berlibur atau masih harus ada yang disiapkan? Kalau sudah semua, here you go.. selamat berlibur!

 

Gimana cukup nggak tips-tipsnya? Sebenernya semua balik lagi ke pribadi masing-masing sih, cara packing yang efektif, dan bikin senyaman kalian. Percuma kalian bawa barang sedikit tapi cemas sepanjang liburan karena takut kekurangan baju lah, atau apa lah. Tapi siapa tau juga ada yang mau cobain tips sederhana ku ini juga, selamat mencoba. Semoga bermanfaat! πŸ™‚

 

Picture from tumblr and pinterest..

Sepuluh Film Drama Indonesia Ter-Favorit

UPLOAD

Semakin kesini, film Indonesia mulai menunjukan kegarangannya di bioskop-bioskop tanah air. Siapa yang sangka film Ada Apa Dengan Cinta 2 bisa bersaing lawan Civil Wars, karena tanggal premier-nya yang berdekatan? Sebenernya yang kita tau, film Indonesia mulai booming lagi mulai tahun 2002, ketika Mira Lesmana dan Riri Riza membuat film β€˜Ada Apa Dengan Cinta?’ Setelah itu pun mulai bermunculan film-film Indonesia dengan kualitas yang sangat beragam. Yang kualitasnya super-duper bagus sampai yang yagitudeh, ada semua di bioskop. Memang setelah AADC 1 ada masanya kualitas film Indonesia sangat jauh dari kata bagus, atau ada film bagus tapi pamornya kalah sama film yang ngga bisa dibilang bagus. Masa-masa ini juga yang membuat beberapa temanku terkesan enggan ketika diajak menonton Film Indonesia, dari mulai komentar, β€˜nanti juga bentar lagi bakal ada di TV.’ Sampai β€˜ah bayar mahal-mahal cuma buat nonton FTV doang.’

Jujur, aku sendiri agak miris mendengar pendapat-pendapat tersebut. Karena ntah kenapa sampai saat ini (meskipun beberapa kali kecewa sama film Indonesia) aku masih mau dan bersemangat untuk nonton film Indonesia langsung di bioskop, ya meskipun tetep rada pemilih sih, apalagi tiket XXI atau bioskop lainnya udah ngga semurah dulu kan, hehe.

Oke, dari pada lama-lama aku di sini mau coba kasih rekomendasi film Indonesia dengan genre drama, komedi, ataupun gabungan keduanya yang menurutku worthed untuk di tonton, sejauh ini. Ingat, ini pendapat penonton awam ya, yang nggak ngerti film apalagi teknik-teknik perfilman, hehe.

Yuk, dimulai.. oh iya, angka terkecil adalah yang paling favorit yaa..

  1. 7 hari 24 jam (2014)

00060430

Yang saya suka dari film ini sebenernya simple, saya suka kesederhanaan dari film ini. Hampir keseluruhan setting dilakukan di rumah sakit. Sentuhan komedi pun disampaikan secara pas dan tidak berlebihan. Untuk urusan acting nggak usah diragukan lagi lah ya, Dian Sastro dan Lukman Sardi sih aku rasa udah bisa memainkan perannya dengan baik. Oh iya, film ini juga memberikan pesan yang cukup baik, bahwa bagaimana pun keluarga itu tetap nomor satu. Kalau teman-teman lagi cari film drama keluarga yang cukup menyenangkan (bikin ketawa dan ngga terlalu baper) harus coba tonton film ini.

  1. Siapa Di Atas Presiden? (2014)

siapa-diatas-presdent

Siapa sangka Rizki Nazar yang selama ini kita lihat di sinetron atau FTV bisa menyeimbangi Ray Sahetapy dan Donny Damara di film ini? Yap. Acting Rizki Nazar menurutku pribadi oke banget di film ini. Aku pribadi jelas bukan penggembar Rizki, tapi setelah menyaksikan film ini, aku cukup dibuat penasaran sama film-film dia yang lain. Cerita yang cukup sensitif, nilai sosial, serta sindiran sosial yang ngena dengan keadaan Indonesia saat ini memang menjadi salah satu kekuatan film ini. Ini menjadi salah satu film yang cukup aku sesali karena tidak sempat menontonnya di bioskop.

  1. Sabtu Bersama Bapak (2016)

IMG-20160228-WA0002

Meskipun awalnya nonton film ini karena pengin liat Abimana, keluar bioskop yang diinget cuma Deva. Deva bener-bener jadi show stealer di film ini, dimana ada scene Deva, pasti ada tawa yang keluar dari mulutku. Memang tidak sedikit yang kecewa dengan filmnya karena mereka sudah membaca novelnya terlebih dulu, tapi buat ku yang memang belum baca bukunya, film ini sangat menghibur dan menyenangkan untuk di tonton!

  1. Ngenest (2015)

12232684_796766383765210_4454227513433115105_o

Kayaknya kemampuan Ernest dalam mengarahkan artis baru harus diacungi jempol sih. Berkatnya, Lala Karmela dan Kevin Anggara bisa memenangkan Pendatang Baru Terbaik di acara awards buat film-film. Seperti yang aku bilang di review film ini di sini kalau yang jadi salah satu daya tarik film ini adalah chemistry antara Ernest sebagai dirinya, dan Lala Karmela sebagai Meira (istri Ernest). Komedinya jelas dapet banget, tapi jangan salah, ada juga scene yang bikin baper dan berhasil membuatku nahan-nahan biar air mata ngga jatuh, hehe.

  1. Rectoverso (2013)

9f42152972d6cc1b40ead2974621fb0f

Ini kayaknya film dengan tahun keluar paling lama yang aku rekomendasiin. Kalau ditanya apa yang paling diinget dari film ini? Jelas acting Lukman Sardi. Kisah Malaikat Juga Tahu memang jadi yang paling kuat diantara cerita-cerita lain di film ini. Temenku (read : cowok) aja nangis sampai minta tisu ke temenku yang lain, canggih sih nih film. Buat temen-temen yang pengen nonton film super baper dan bikin nangis sesegukan, film ini bisa banget dijadiin referensi.

 

  1. Hijab (2015)

141870180726019_1000x1429

Colorful dan menyenangkan adalah dua kesan yang muncul setelah menonton film ini. Setelah membuat banyak film kontroversi, akhirnya Mas Hanung kembali dengan film persahabatan sederhana nan epic. Film yang cukup erat dengan sindiran sosial pun aku rasa cukup worthed untuk di tonton. Ya at least buat yang pengen ketawa-tawa doang, dan melihat chemistry antara keempat perempuan itu.

 

  1. Filosofi Kopi (2015)

poster-terbaru-filosofi-kopi-isyaratkan-konflik

Mata rasanya seger banget liat Rio Dewanto sama Chico Jericho ada di satu frame. Ditambah dengan naskah epic buatan Jenny Jusuf, dan chemistry yang oke antara mereka berdua menjadikan film ini layak untuk di tonton. Saking canggihnya naskah film ini, ada beberapa bagian yang bikin aku senyum tapi sambil meneteskan air mata.

 

  1. Kapan Kawin? (2015)

Kapan-Kawin-Poster-Film-Indonesia

Pantes aja sih kalau Reza Rahardian laku banget sekarang, dan di sebut-sebut salah satu aktor berbakat di Indonesia. Dia kayaknya bisa jadi siapapun (read : kecuali Dono, Abimana oke banget sih jadi Dono dan nggak bakal ada yang ngalahin). Film komedi-romantis ini menawan dengan segala kesederhanaan yang disajikan. Komedi yang disajikan tidak berlebihan, bahkan menurutku sangat simple, konfliknya pun konflik sehari-hari yang memang sering kita temui. Mungkin film ini terasa istimewa karena mereka tidak berusaha untuk menjadi film yang istimewa.

 

  1. Shy Shy Cat (2016)

poster-shy-shy-cats

Siapa sangka Acha Septriasa bisa ngalahin lucunya Nirina Zubir? Siapa sangka Titi Kamal bisa berlogat sunda dengan cukup baik? Yap. Film ini cukup ngasih banyak kejutan. Meskipun judulnya kurang menjual (menurutku), tapi kalau udah nonton, wow! Oh iya, yang aku suka lagi dari film ini, penggunaan Bahasa Sunda di film ini bener-bener diperhitungkan. Pemain-pemain yang diharuskan menggunakan Bahasa Sunda memang bisa berbicara Bahasa Sunda dengan baik, sehingga nggak kerasa ganggu ketika mereka ngomong.

 

  1. Moammar Emka’s : Jakarta Undercover (2017)

Jakarta Undercover poster

PECAH! Cuma satu komentar ku buat film yang satu ini. Alur cerita, acting para pemain, sampai konflik yang terjadi cukup membuat aku puas seketika keluar dari bioskop. Film ini emang pasti banyak kontroversinya, tapi asli bagus. Acting Baim Wong dan Bimo fix jadi favorit ku di film ini. Pesen nih ya, buat temen-temen yang berkesempatan nonton film ini, wajib nonton! Karena ku yakin kayaknya nggak bakalan di tayangin di TV Lokal, hehe.