cerita pribadi

Hijab? Kenapa enggak?

“Ketika Jilbab mengetuk hati, tak ada yang akan mampu menghalangi.”

 

                Pernyataan dan pertanyaan umum yang muncul ketika aku memutuskan untuk memakai hijab adalah “Alhamdulillah, akhirnyaaa….” atau “Apa yang mendorong pakai kerudung?” Aku sendiri sebenarnya bingung kalau ditanya seperti itu, karena aku sendiri merasa tidak mendapatkan hidayah apa-apa sebelum akhirnya memutuskan untuk merubah penampilan. Orang tua ku tidak menyuruh, bahkan cenderung ‘melarang’ aku untuk menggunakan hijab sebelum bisa memperbaiki perilaku dan ibadah wajib lainnya. Teman-teman terdekatku beberapa kali mengajak teman-teman lainnya untuk berhijab, dan aku adalah satu-satunya yang tidak pernah menggubris ajakan itu. Orang terdekatku (pacar) pun tidak pernah menanyakan kapan aku akan menggunakan kerudung. Yang pasti, aku merasa ada yang mendesak diriku, dari dalam diri untuk segera merubah penampilan. Beberapa bulan terakhir aku selalu terpikir untuk menggunakan kerudung, namun ada saja yang akhirnya membuat ku tidak jadi menggunakan hijab, mungkin ke’tidaksetujuan’ ibu ku menjadi salah satu alasannya.

                 Ya. Saat ini hati ku sudah tersentuh, aku ingin menggunakan kerudung, no matter what. Aku tau aku masih banyak, bahkan sangat banyak kekurangan dari mulai shalat kadang masih suka ketinggalan, masih suka ngomongin orang lain, dan dosa-dosa kecil lainnya yang bahkan mungkin nggak kita sadari sebelumnya. Tapi di satu sisi, aku juga punya informasi bahwa wanita yang sudah akil baligh itu wajib menggunakan hijab, aku juga tau bahwa anak perempuan yang menggunakan hijab dapat memberikan sedikit pahala untuk ayahnya. Mungkin itu yang menjadi salah satu pendorong ku sampai akhirnya memutuskan untuk menggunakan hijab.

                Kalau aku diminta untuk refleksi lagi, ada salah satu alasan yang cukup pribadi untukku yang akhirnya membuat aku tergerak untuk berhijab. Aku merasa sudah diberikan banyak kemudahan oleh Yang Maha Kuasa, diberikan rejeki oleh-Nya, tapi kenapa aku selalu mencari alasan untuk tidak menjalankan salah satu kewajibannya? Alasan ini juga yang sebenarnya membuat shalat ku saat ini jauuuh lebih baik daripada dulu (meskipun belum sempurna sih, better but not perfect, yet). Aku juga nggak mau ketika aku memohon padaNya, dan Yang Maha Kuasa memberikan banyak alasan untuk tidak mengabulkan hal tersebut (meskipun hal ini sepertinya tidak mungkin sih, hehe.)

                Pada akhirnya kepada siapapun yang bertanya kenapa aku memutuskan untuk berhijab, jawabannya cuma satu, kenapa nggak? :”)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s