review

Review : Moammar Emka’s Jakarta Undercover (2017)

jakarta-undercover-poster

“Pesta yang tak pernah usai.”

Film yang dibuat berdasarkan novel karya Moammar Emka ini menurutku harus diacungi jempol. Nama Jakarta Undercover pasti sudah tidak asing lagi dong buat teman-teman? Ya, novel ini sudah exists bertaun-taun lalu, bahkan kayaknya ketika saya SMP pun sudah ada. Cerita dari novel ini ya tidak jauh-jauh membahas kehidupan malam ‘yang tidak terlihat’ di Jakarta. Sebenarnya film yang tahun 2017 ini sendiri merupakan adaptasi dari novel Jakarta Undercover yang keempat.

Film ini disutradari oleh Fajar Nugros, sejauh ini kayaknya aku pribadi nggak pernah kecewa sih sama film hasil besutan Mas Fajar ini, dari mulai Queen Bee (2009), Cinta Brontosaurus (2013), sampai Refrain (2013). Dan rasa puas itu muncul lagi di film terbarunya ini. Bahkan saking puasnya, saat keluar bioskop aku bertanya ke temanku, ‘apa ya kekurangan dari film ini?’

ganindra-bimo-oka-antara-jakarta-undercover

 

Penulisan skenario dan adaptasi novel yang juga dilakukan oleh Fajar Nugros sendiri dan Piu Syarif terasa apik. Penyampaian konflik yang sebenarnya cukup berat beserta penyelesaiannya pun nggak terasa maksa. Dari awal, kita terasa ikut hanyut di kehidupan Pras (Oka Antara) dengan segala konflik yang dia alami. Anak desa baik-baik, yang memutuskan untuk menjadi wartawan di Jakarta dan berkenalan dengan semua kehidupan malam Jakarta yang sangat berbeda dengan kehidupannya dulu bahkan mungkin prinsip hidupnya.

Dipertengahan cerita, kita juga dibikin panik sama konflik yang mulai muncul satu-satu. Dari mulai usaha Pras mendapatkan infomasi mengenai kehidupan malam secara diam-diam, hubungannya dengan King Of Party-nya Jakarta, Yoga (Baim Wong) beserta asisten pribadinya Ricky (Richard Kyle), sampai hubungan dekat Pras dengan Laura (Tiara Eve) seorang super-model yang terpaksa menjadi PSK tingkat atas karena Ayahnya tersandung kasus korupsi, dan ternyata merupakan pacar dari Yoga.

oka-antara-moammar-emka-jakarta-undercover

Moammar Emka's Jakarta Undercover

Meskipun terkesan berat dan gelap banget, namun sisi komedi dapat dimunculkan oleh para tim ini. Dari mulai skenario yang mungkin sebenarnya nggak dimaksudkan untuk melucu tapi toh tetap memunculkan gelak tawa. Apalagi peran Awink, seorang banci yang dimainkan oleh Ganindra Bimo. Coba aja bayangin, Bimo dengan badannya yang gagah, tegap, dan tattoan tapi harus memerankan peran laki-laki super gemulai. Menurutku sendiri Bimo bisa dibilang jadi show stealer­-nya di film ini sih. Akting pemain yang lain juga nggak bisa diragukan lagi sih, Oka Antara, Baim Wong, bahkan Tiara Eve sebagai pemain baru pun menurutku sangat mumpuni. Oh iya! Kalau kalian mengira akan melihat Baim Wong seperti di sinetron-sinetron televisi, salah besar! Akting Baim Wong jadi salah satu daya tarik film ini juga menurut ku.

Akhirnya, aku dan teman-teman yang ikut nonton juga setuju bahwa kekurangan dari film ini adalah keputusan tim untuk menggunakan ‘blue screen’ di beberapa adegan. Memang mungkin tujuannya untuk memberi tau penonton bahwa itu hanya mimpi, tapi tetep aja cukup  mengganggu.

Overall, aku suka dan puas banget sama film ini. Fajar Nugros dan tim berhasil menjadikan film ini jadi salah satu film Indonesia favorit ku.

Score : 8/10

review

Review : Bio-True ONEday Lenses

sam_0553

 

Hai Readers, apa kabar?

Maaf ya sebulan ini hilang dari dunia blogging, karena lagi sibuk sama tugas kuliah dan project-an buku Chrysanthemum hehehe. Sebenernya saya udah lama pengen review produk ini, tapi nggak sempet terus dan baru keingetan sekarang.

sam_0554

Jadi awalnya saya bisa dapet produk ini gara-gara nemu websitenya, terus regristrasi dan langsung dikirimkan 2 paket lensa kontak yang berisi 5 pasang secara gratis. Sepertinya sih ini memang produk baru, karena sampai saat ini saya kesulitan nyari, keliling optik pun belum berhasil nemuin. Untuk yang tau beli barang ini dimana boleh komen yaa, terimakasih 🙂

Setelah saya pakai, apa hasilnya? ENAK BANGET! Produk ini hampir ngalahin lensa kontak dari acuve yang juga memang nyaman di pakai. Masangnya gampang banget ke mata, sekali sentuh langsung nempel. Rasanya juga nggak ganjel gitu, jadi nggak berasa kalau lagi pake lensa kontak. Lensa kontak ini juga ngga gampang bikin mata kering, saya paling lama pakai ini selama 12 jam, dan selama itu saya cuma 2x pakai tetes mata. Waktu mau ngelepas juga gampang banget, sekali cabut langsung keambil. Pokoknya enak! Buat saya pribadi malah lebih cocok pakai yang ini daripada acuve, hehehe.

Masalahnya, agak susah nyari barangnya. Kayak yang udah saya bilang tadi, nyari ke berbagai macam optik ngga nemu terus. Dari mulai optik beneran, sampai toko jual lensa kontak biasa. Saya malah nemu cairannya, sedangkan lensa kontaknya sendiri nggak ada. Padahal saya akan dan mau beli lagi barang ini, enak banget deh! Buat temen-temen yang membutuhkan lensa kontak harian dengan warna bening wajib banget cobain produk dari Bio-True ini, dan kemungkinan kalian nggak akan menyesal, hehe.

 

 

PS : buat temen-temen yang tau beli lensa kontak Bio-True dimana harap komen ya. Eh yang lain juga boleh komen deng hehe :””)