Existance is Not Existence

 

sesuai dengan teori Hirarki dari Mashlow, bahwa semua orang, kemungkinan akan sampai pada titik munculnya kebutuhan esteem. ya, hampir semua orang ingin dianggap, kita sebagai manusia ingin kan di ‘lihat’ oleh orang lain, atau setidaknya dianggap ada oleh orang lain.
namun kita terkadang terlalu terlena dengan kata kunci ‘eksistensi,’ sehingga kita lupa makna eksistensi yang baik itu seperti apa. kita lihat contoh jelasnya aja ya, Mr. (yang katanya) Pengacara yang selalu bikin sensasi dengan nyebarin komentar aneh-aneh tentang orang lain, sampai ribut sama orang lain. buatku, rasanya eksistensi itu tidak ada artinya kalau kita tidak bisa memanfaat ‘keberadaan’ kita menjadi sesuatu yang baik, paham kan maksud ku?
ketika kita hanya ingin dianggap ada, namun tidak bisa mengisi keberadaan itu dengan ‘sesuatu’ hal, rasanya sama artinya dengan air conditioner tanpa freon, useless, tidak berarti apa-apa. semua perjuangan kita untuk dianggap jadi hilang gitu aja, tidak bersisa apapun. sangat disayangkan, apalagi kalau kita sudah dikenal karena sesuatu yang baik, namun tidak dapat mempertahankan hal tersebut. beda kan rasanya dianggap karena hal baik, dan dianggap karena sesuatu yang buruk?
pepatah menyebutkan, ‘lebih sulit mempertahankan daripada meraih.’ I cant agree more. karena memang benar, ketika kita sudah dapat apa yang kita inginkan, sudah dianggap dengan orang lain, kita jadi terlena dan terkadang jadi lupa diri, sehingga kita lebih fokus kepada tingkat ‘eksistensi’ daripada kualitas ‘eksistensi’ itu sendiri. karena pada dasarnya ‘eksistensi’ atau akhirnya jadi ‘popularitas’ bukan sekedar dianggap ada, disegani apa yang kamu punya secara materi, namun lebih luas daripada itu. seperti apa yang dikatakan Ariana Grande di lagunya Popular Song,
 
“popular, I know about popular
it’s not about who you are or your fancy car
you’re only ever who you are.
popular, I know about popular
and all that you have to do, is be true to you
that’s all you ever need to know”
pada akhirnya, mungkin lebih baik fokus ke hal-hal yang akan kita lakukan terus untuk mendapatkan atau mempertahankan our good existance daripada fokus hanya pada kata ‘eksistensi’-nya aja. you got what i mean?
 
 
 
 
 
Advertisements

One thought on “Existance is Not Existence

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s