Uncategorized

23.11.14

“Only one thing makes a dream impossible :  the fear of failure. ” The Alchemist – Paulo Coelho 

Advertisements
opini

(Trend) Hijabers

mungkin tulisan saya sekarang akan mendapatkan respon yang berbeda-beda dari orang banyak, dan kemungkinan lebih banyak yang kontra daripada pro. balik lagi, ini bergantung sama sudut pandang pembaca, dan saya masih mempercayai kata kunci, “semua hal bisa dipandang dari 2 sudut pandang, salah dan benar.” kalau kamu?
segimana kita ketahui, bahwa makin sini makin banyak perempuan-perempuan merubah gayanya dengan menggunakan Hijab. macam-macam Hijab pun semakin banyak, toko-toko yang menjual baju muslim mulai menjamur dimana-mana layaknya restoran fast food. pertanyaan selanjutnya, apakah itu semua salah? tentu tidak. semua Umat Muslim juga tau dan paham kan dengan anjuran mengenai menutup aurat, yang salah satunya menggunakan Hijab. saya sendiri ikut senang dengan berkembangnya hal ini, ya berasanya saat ini umat Muslim bisa lebih menunjukan keberadaannya bukan? perancang Dian Pelangi saja sampai mengikuti New York Fashion Show. gimana tidak bangga? perancang baju Muslim, dari Indonesia malah, bisa mengikuti acara bergengsi seperti itu. congratulation Mba, Dian! 🙂
nah, sekarang yang saya pengen bahas disini adalah, ternyata masih banyak sekali para perempuan sana yang memakai Hijab, hanya untuk menutup rambut dan kepalanya saja. paham maksudnya? ya kata kerennya Tren Jilboobs. mereka yang sudah menggunakan Jilbab, namun lekuk tubuh masih kelihatan jelas, contoh ekstrem pake legging dan baju keatasannya tidak menutup paha, bahkan hanya sebatas perut. lah terus fungsi Jilbab apa kalau gitu? kalau fungsinya cuma untuk nutupin kepala, pake topi juga bisa kan ya?
jujur, saya memang kurang paham mengenai anjuran memakai Jilbab ini meskipun saya pun seorang Muslim, tapi yang saya tau dan paham adalah tujuan Agama mengajarkan kita hal itu untuk kebaikan dong, untuk menjaga kita juga dari hal-hal yang tidak diinginkan (ya kecuali laki-lakinya gangguan, karena ini memang ada loh). mungkin banyak dari kalian yang membaca ini tidak setuju dengan apa yang saya katakan, mungkin diantara kalian ada yang berpendapat “daripada tidak memakai Jilbab sama sekali? rambutnya kemana-mana, kulitnya kemana-mana.” atau apalah komentar lainnya. iya, memang saya belum berHijab. jujur, dikeluarga saya tidak sedikit yang sudah menunaikan Haji dan masih tidak berHijab, dan mereka tetap menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya, kok. teman-teman saya pun banyak yang sudah memakai Hijab (dengan tata cara yang lebih baik, walaupun belum Syar’i). apakah saya iri? iya. beberapa kali saya memiliki pikiran untuk mulai berHijab, tapi hati saya belum 100%, saya takut kalau saya memakai Hijab sekarang hanya karena dorongan Trend yang sedang berkembang.
meskipun saya tidak menggunakan Hijab, tapi saya kurang menyukai pakaian yang terlalu pas dengan badan (ngetat), tangan pendek, bahkan yang lehernya terlalu terbuka, ya tentunya terkecuali di situasi-situasi tertentu yang mengharuskan memakainya (baca : undangan), saya akan segera menolak apabila harus berkeliaran di tempat biasa, apalagi naik angkutan umum/motor menggunakan pakaian seksi, dan kalau saya harus membocorkan sesuatu, di lemari saya banyak sekali baju lengan panjang, entah kemeja, atau blouse Muslim. untuk saya, lebih baik rubah dulu gaya pakaian, baru menggunakan Hijab. coba saya tanya para lelaki, lebih menggoda rambut dan kepala yang terlihat atau lekuk badan yang terlihat jelas (walaupun sudah menggunakan baju)? ya kalian bisa menilainya sendiri lah ya.
saya menyayangkan kepada mereka yang hanya membungkus dirinya dengan Jilbab, tapi tidak menutup aurat-nya seperti yang diharapkan. dan saya sangat menyangkan mereka yang masih menggunakan Jilbab hanya sebagai pembungkus rambut dan kepalanya saja masih berkomentar jelek kepada mereka yang tidak berHijab. kalian harus tau orang yang tidak berHijab belum tentu lebih hina dari kalian yang menggunakan ‘Jilbab’, kan?
seperti yang saya sebutkan diatas, akan banyak pendapat mengenai tulisan ini, termasuk yang berkomentar jelek. ini semua hanya pandangan saya, mau setuju atau tidak boleh-boleh saja. sekian saja, bahasan saya kali ini. semoga bermanfaat ya buat semuanya. Terimakasih yang sudah membaca atau mungkin ikut berkomentar. adios! 
 
 
 
 
“terkadang kita harus melihat lebih dalam, mendengar lebih sering, dan berbicara lebih sedikit, agar menyadarkan bahwa kita bukan siapa-siapa di dunia yang besar ini.” 🙂