review

Review : Hujan Matahari by Kurniawan Gunadi

sebenernya jarang-jarang saya buat postingan tentang review sesuatu. tapi kali ini rasanya harus dan wajib aja buat berbagi sama pembaca. awalnya saya tau buku ini dari seorang teman. dia mengatakan bahwa sedang menunggu buku Mas Gun. jujur waktu itu saya sama sekali tidak tau siapa itu Mas Gun, malah karena waktu itu kami sedang membahas mengenai Politik, saya sempat mengira kalau Kurniawan Gunadi adalah seorang politikus. dengan rasa penasaran saya Googling deh namanya, dan berlabuh di kurniawangunadi.tumblr.com  dan pendapat saya saat pertama kali buka Tumblrnya, “oke juga nih tulisannya. ‘ngena’ hati banget.” singkat cerita akhirnya saya memutuskan untuk memesan buku Hujan Matahari tersebut, karena memang kebetulan bukunya tidak akan terjual di toko buku. setelah beberapa hari, akhirnya saya coba membuka soundcloud-nya di ‘suaracerita,’ walaupun waktu itu saya hanya mendengarkan satu cerita (sinyal terbatas) saya langsung jatuh cinta sama tulisannya, dan semakin tidak sabar untuk cepat membaca bukunya.

setelah menunggu cukup lama, sekitar 1 bulan lebih, buku yang ditunggu-tunggu datang juga. rasanya Happy banget, dan tidak sabar untuk cepet-cepet baca itu buku, kalau bisa sih langsung tamat aja. tapi berhubung saat itu saya sedang membaca buku lain, jadi aja di-pending dulu.

ini tampilan buku yang saya tunggu lebih dari 1 bulan.
akhirnya waktu membaca buku itu datang juga, hal pertama yang langsung bisa saya simpulkan adalah, tulisan-tulisan yang simple, ringan, enak dibaca, tapi pesan yang ada di dalamnya juga tidak main-main. cerita di dalam buku ini dibagi jadi tiga bab, Gerimis, Hujan, dan Reda. setiap bab terdiri dari beberapa prosa dan cerpen, sebenernya inti cerita-ceritanya sih tidak jauh dari kehidupan sehari-hari, yaitu ‘cinta.’ entah cinta yang tak tersampaikan, cinta kepada sahabat, sampai cinta orang tua ke anaknya, dan masiiiih banyak lagi. pemilihan bahasa yang mudah dimengerti menurut saya jadi kelebihan tersendiri, apalagi di buku ini cukup banyak pandangan Agama mengenai Cinta itu sendiri, dan Mas Gun berhasil menyajikannya dengan bahasa yang enak dan tidak terkesan menggurui.
nah, sekarang kenapa sampai saya membuat review mengenai buku ini? semua ini sesuai dengan foto pertama pada postingan ini, yap. this book change my life. atau setidaknya buku ini bisa ngerubah diri saya, yang jelas sih bisa membuat saya tersadar. banyak sekali pelajaran yang bisa saya ambil dari buku ini. seperti yang saya bilang sebelumnya, Kurniawan Gunadi berhasil menyajikan ‘tamparan-tamparan’ buat para perempuan atau bahkan semua orang yang suka kelewatan dalam bergaul atau sering membuat dosa tanpa disadari namun tidak dengan cara menggurui. dari buku ini saya belajar bagaimana seharusnya perilaku kita saat kita menyukai orang lain, seperti apa sikap yang benar ketika cinta kita di tolak orang lain, dan yang lebih penting dari buku ini saya belajar untuk jadi orang yang lebih baik, ya walaupun semua itu belum bisa terjadi pada diri saya 100%, tapi setidaknya saya mencoba dan mau belajar untuk jadi orang yang lebih baik.
ada beberapa hal yang bisa saya simpulkan dari beberapa Prosa dan Cerpen dalam buku tersebut,
1. sebaik-baiknya hubungan perempuan dan laki-laki adalah ketika mereka berdua sudah memutuskan untuk menikah, mengucapkan Ijab Qobul.
2. sebaik-baiknya cinta, adalah cinta kita terhadap Tuhan. yang artinya, ketika kita mencintai seseorang, cintailah mereka karena Allah, karena dijamin cinta itu akan membawa berkah.
mungkin setiap orang yang membaca akan memiliki pendapat yang berbeda, namun setidaknya itulah hal-hal yang muncul di pikiran saya saat selesai membaca buku tersebut.
“When we read the right book  generously, it can change the way think about the world around us” 
– John Green. 
 

ps : yang penasaran dan belum sempet baca bukunya, bisa order lagi mulai tanggal 1 November 2014 ini. untuk jelasnya bisa buka kurniawangunadi.tumblr.com

Advertisements