(un)easy life

“Life. Never Was Easy. Grow Up and Accept it.” – Anonim
 
 
kata-kata itu langsung nempel di otak sesaat setelah baca. hidup itu nggak mudah, nggak ada yang instan, semua butuh proses, apapun itu. nggak percaya? kita runtun deh yaa,
1. awal lahir kita nggak langsung bisa ngomong dan jalan kan? kita belajar untuk bisa ngeluarin kata-kata dan untuk bisa jalan-jalan. pas awal-awal kita ngomong banyak banget yang nggak ngerti kan sama apa yang kita omongin? tapi kita tetep tuh banyak ngomong, bahkan tambah cerewet sampe akhirnya bisa ngomong beneran. berapa kali coba kita jatoh waktu lagi belajar jalan? pasti sering kan? kita juga nggak langsung bisa lari kan ya? tapi apa kita dulu pernah males dan nyerah buat bisa jalan? nggak kan?
2. banyak anak-anak yang pasti ngalamin belajar naik sepeda. nggak langsung bisa dan langsung ngebut kan ya? pasti lah beberapa kali kita jatoh.
semakin bertambah umur kita, semakin complex masalah yang kita hadapi, mulai dari belajar nulis saat TK, belajar menghitung saat SD, naksir-naksiran waktu SMP, berantem sama pacar waktu SMA, daaan selanjutnyaa. tanggung jawab yang kita pikul pasti jadi lebih besar kan ya? kenapa coba semakin besar  usia, semakin besar juga tanggung jawabnya? karena menyesuaikan dengan usia kita, berubah usia otomatis berubah juga dong peran kita, setiap peran pasti punya tugas masing-masing, dan inilah yang membuat tanggung jawab seseorang pun berubah dari waktu ke waktu. we used to it!

mungkin hal-hal diatas bisa jadi takaran kalau yang namanya hidup itu nggak pernah mudah. it was never ever easy! semua tergantung sama persepsi kita dan gimana cara kita menanggapi kesulitan-kesulitan itu. semakin kita sering ngeluh dan mempersepsikan kalau kesulitan itu adalah akar dari berakhirnya dunia, mungkin kita bakalan berat banget ngejalaninnya, tapi sebaliknya kalau kita bisa menerima semuanya, pasti kita lebih ringan juga buat ngejalaninnya.

anggap aja hidup itu kayak novel, tiap waktu ada chapter-chapter yang harus kita lewatin sebelum sampai akhirnya ketemu sama ending novel itu. jalanin, ikuti arusnya, belajar setiap selesai melewati suatu chapter, gituuuu terus sampai akhirnya kita ketemu sama ending cerita yang sebenernya bisa kita buat sendiri, mau happy ending, atau sad ending, it’s up to you. 🙂

ngeluh sih wajar, itu sangat-sangat manusiawi, jujur saya juga masih sering banget ngeluh, tiada hari tanpa keluhan yang keluar dari mulut. tapi kita nggak bisa terus ngeluh dan nggak nerima, this is life, and you have to live it, like it or not. 
 
 
“we get it, but we can’t change who we are, and the sooner you accept that the better of your game and your life will be.” Clyde – Wreck it ralph. 
 
 
 
 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s