opini

mirror mirror on the wall

Tanpa disadari sebenarnya orang lain adalah ‘cermin’ terbaik untuk kita. Setiap orang pasti punya pandangan buat diri kita, entah positif ataupun negatif. Dengan pandangan orang itu lah seharusnya kita bisa jadi orang yang lebih baik. Memang, tidak semua pendapat orang itu kita telan mentah-mentah. Tidak jarang juga pendapat mereka tentang kita salah. Tapi apakah saat banyak orang yang berpendapat sama, kita akan tetap menutup telinga dan pura-pura tidak mendengar?
Saya tau, saya, kamu, kita, masih memiliki banyak kekurangan. Berubah itu tidak mudah, namun pasti bisa. Semuanya kembali lagi ke diri kita, kita niat atau tidak berubah? Jujur, sewaktu SMA dulu saya sering sekali mendengar masukan dari teman-teman bahkan pacar saya bagaimana seharusnya saya bertindak. Awalnya saya punya pendapat, bagaimanapun saya, ya inilah diri saya. Saya lupa, bahwa saya itu adalah manusia, dan hakekatnya sebagai mahluk sosial. Saya tidak bisa seenaknya bertingkah laku seperti apa yang saya inginkan. Saya lupa, bahwa hidup saya juga ditentukan oleh reputasi saya. Mau hidup indah? Dapatkan reputasi yang baik.
Dari kejadian itu saya mencoba untuk sedikit demi sedikit berubah, udah sempurnakah usaha saya? Cuma orang lain yang bisa menilainya, dan sekali lagi saya tekankan ‘nobody’s perfect’ semua orang pasti  punya kekurangan yang cepat atau lambat akan muncul di depan orang banyak. No excuse.
Satu lagi pelajaran yang saya dapat dari kejadian waktu itu, ketika kita ada masalah sama orang lain, atau kita merasa orang-orang serasa menjauh dari diri kita. Cobalah merenung di depan kaca, intropeksi! Jangan selalu menyalahkan orang lain ataupun keadaan. Saya yang dulu egois dan selalu mengatakan ‘dia yang enggak bisa menerima aku apa adanya’ sekarang mulai sadar, bahwa setiap orang punya harapan untuk diri kita, harapan yang sebenarnya bisa membuat kita lebih baik di kemudian hari.
“Thanks to you for remind me about being special for everyone, not only for my self J
opini

Life is All About Journey

Life is a journey that everyone must have
Tanpa disadari atau tidak hidup kita ini bagaikan perjalanan. Perjalanan dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga akhirnya tua, dan pulang kepada-Nya.
Hidup adalah sebuah perjalanan yang harus dan akan dilewati oleh semua orang. Suka tidak suka. Perpindahan detik kedetik, menit kemenit, hari kehari, hingga tahun ke tahun. Semua akan kita jalani, yang merupakan suatu perjalanan. Salah satunya perjalanan menjadi orang yang lebih baik lagi dari pada hari ini.
Dalam perjalanan itulah kita bakal ketemu sama hal-hal yang menyenangkan ataupun tidak. Hal-hal yang bisa bikin kita loncat-loncat kegirangan atau guling-guling kesakitan. Semuanya bakal kita jalani, tanpa ada yang terlewat. Hanya orang yang tidak ingin ‘berubah’ saja yang tidak suka dan memilih menghindar agar tidak melewati hal-hal tersebut, tidak mau merasakan, orang yang tidak mau keluar dari zona nyamannya.
Menurut saya pribadi, orang yang susah atau bahkan enggak mau keluar dari zona nyamannya itu akan dapat pengalaman yang sangat minim. Kenapa? Karena dengan dia enggak keluar dari zona nyamannya, otomatis dia enggak akan ketemu dengan hal-hal baru dan yang utamanya, dia jadi enggak belajar gimana cara mengahadapi suatu masalah ‘hidup’ serta tidak belajar apa arti hidup itu  sesungguhnya.
Banyak hal yang bisa diambil dari kehidupan sehari-hari. Dan banyak juga pelajaran dari sebuah perjalanan. Jadi, banyak pelajaran-pelajaran yang bisa diambil selama hidup, kuncinya tetap aware sama hal-hal di sekitar kita. Tanpa disadari hal-hal itu lah yang membuat kita lebih dewasa dalam menghadapi segala permasalahan yang ada. Dan tentunya membuat kita menjadi orang yang lebih baik lagi.
opini

The Differences and Similarities

Kata persamaan dan perbedaan itu sering banget kita denger di dalam suatu ‘hubungan’ dengan orang. Entah itu teman, rekan kerja, pacar, bahkan istri atau suami. Perbedaan dan persamaan itu bisa jadi hal pemersatu ataupun pemecah dari suatu hubungan. Sesungguhnya, semuanya kembali kepada diri kita, yang menjalani hubungan tersebut.
Perbedaan contohnya, sering banget dijadikan kambing hitam apabila hubungan itu tidak awet, atau berhenti ditengah jalan. Perbedaan yang sepertinya selalu menjadi alasan kita untuk bertengkar dengan pasangan kita, alasan yang paling mudah untuk kita mengakhiri hubungan itu, ‘abis kita enggak cocok sih, banyak bedanya.’ Alasan itu sering banget dipakai jika seseorang mengakhiri hubungan dengan pacarnya.
Sebenarnya, kalau saya perhatikan, perbedaan ini bisa membuat suatu hubungan lebih berwarna. Dengan adanya perbedaan bisa membuat saya lebih mengenal banyak orang, yang mungkin saja hal tersebut bisa membuat saya lebih mengerti orang-orang. Selain itu, dengan perbedaan-perbedaan itu kita bisa mendapatkan pelajaran baru. Misalnya, kita dan pacar kita memiliki kesukaan yang bertolak belakang banget, kita suka diving sedangkan pacar kita suka hiking.Apa salahnya kita mencoba untuk ikut hiking dan mengajak pacar kita buat ikutan diving sama kita. Siapa tau kan yang awalnya kita enggak suka jadi suka juga? Dengan sering melakukan kegiatan bareng juga bisa banget bikin kita lebih dekat sama pasangan kita. Magnet bersatu karena kutubnya yang berbeda kan?
Sedangkan persamaan sering banget dianggap sebagai segalanya untuk menentukan kecocokan. ‘duh gilaa yaa, gue tuh cocok banget deh sama dia, dari mulai makanan sampai film kesukaan tuh sama.’ Emang bener sih, persamaan antara dua orang atau lebih itu bisa mendekatkan satu dengan yang lain. Dari bahan obrolan yang udah pasti dan akan selalu nyambung, otomatis bikin kita deket, seneng, bahkan nyaman untuk terus ngobrol sama orang itu.
Kita lupa, kalau persamaan itu bisa jadi boomerang buat kita sendiri. Seperti bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu, tanpa disadari sebelumnya. Misalnya, kita dan pacar kita sama-sama egois, sama-sama keras kepala, sama-sama pekerja keras, kebayang enggak sih kalau lagi berantem, enggak ada yang mau ngalah karena sama-sama egois, enggak mau ngakuin kesalahan karena sama-sama ngerasa bener. Kesempatan buat kita mencoba hal baru dan mendapatkan pelajaran baru juga jadi semakin sedikit. Kita sama pacar kita sama-sama musik jazz, ya berarti dimana dan kapanpun kita selalu dengerin musik jazz, dateng ke acara musik jazz, dan gitu seterusnya. Sebenernya enggak salah sih, malah mungkin dengan begitu kita bisa lebih mengerti pasangan kita itu karena sifatnya yang setipe sama kita. Asal kita bisa bener-bener ngejaga persamaan itu biar tetap indah.
Sebenernya ada yang lebih penting dari perbedaan, persamaan, bahkan cinta sekalipun untuk menjaga suatu hubungan. Yaitu kemauan untuk saling mengerti. Understand each other is important thing for a relationship. Banyak pasangan yang putus bahkan cerai karena mereka berhenti untuk memahami satu sama lain, bukan karena tidak lagi saling mencintai.
Understand your partner before you lost him/her/them.
opini

I W(St)ill (always) Love You

Jangan pernah menjaminkan rasa kepada waktu. Ia punya masa kadaluwarsanya. ­– Windy Ariestanty
Mungkin pernyataan I will always love you itu lebih cocok dirubah menjadi I still love you. Banyak orang (termasuk saya) suka kelewat excited kalau sayang atau mungkin cinta sama orang lain, terutama lawan jenis. Sampai kadang-kadang kita sebagai anak muda, putus sama pacar yang bener-bener kita sayang bahkan sangat kita cintai, kita masih suka beranggapan bahwa kita akan cinta selamanya sama dia. Kita lupa bahwa pohon yang tidak pernah disiram dan diberi pupuk lama-lama akan mati juga, begitupun dengan cinta. 
Bagaimana kita bisa terus mencintai seseorang yang raganya pun sudah tidak ada di dekat kita? Bagaimana kita bisa menjaga cinta seseorang yang jelas-jelas sudah tidak mencintai kita? Bagaimana kita masih bisa mencintai seseorang yang 6 bulan kemudian mungkin menjadi orang asing di kehidupan kita karena tidak pernah lagi bertemu atau berkomunikasi? 
Kita, terutama saya sering menerka bahwa kita akan selalu mencintai orang itu, seseorang yang pernah mewarnai hidup kita. Kita seakan lupa tentang waktu, kita lupa bahwa semua hal itu dinamis, semuanya akan berubah. Kita bahkan lupa bahwa dengan berubahnya status kita dengan orang tersebut, otomatis akan mengubah hubungan kita sama dia. Kita tidak akan lagi saling mengabari satu sama lain, menyempatkan waktu yang sedikit untuk bertemu, menelfon hanya untuk saling mendengar suara satu sama lain karena saking kangennya. Kita lupa bahwa kita tidak akan lagi seperti itu, melewati segala hal-hal yang selama ini membuat kita jatuh cinta sama dia. Apa dengan begitu kita akan terus selalu mencintai seseorang tersebut?
Bukan hanya makanan, obat, kosmetik, dan daun saja yang mengenal kata basi. Cinta pun demikian.