cerita pribadi

intermezzo

manusia itu sangat banyak maunya.
tapi kadang-kadang mereka juga susah disuruh usaha.
kebanyakan dari mereka pengen enaknya aja, pengen langsung jadi dan sebagainya.
kalian ngerasa gitu gak?
kalau saya sih iya.
pengen masuk sekolah favorit tp pengen masuk dengan cara yang gampang, pengennya dikasih fasilitas yang paling the best lah, dan lain sebagainya.
sekalinya fasilitas gak sesuai dengan harapan kita, kita pasti ngeluh.
entah itu dari hal sepele kayak kepanasan, keujanan, cape, dan sebagainya.
dan hal ini juga yang suka dijadiin alesan kenapa kita sulit mencapai cita-cita yang kita inginkan.

padahal sebenernya yang menghambat kita itu bukan fasilitas yang kurang, tapi emang USAHA kita yang masih sangat minim.
kita liat contoh-contoh yang uda ada, anak dari seorang yang dilahirkan dari keluarga serba kekurangan sekarang bisa jadi dokter ahli saraf terkenal di DUNIA.
terus apa kabar kita yang hidup berkecukupan??

jujur saya suka kadang-kadang mikir, orang-orang kayak kita yang bisa dibilang udah punya hampir segalanya tapi ko masih sring ngeluh? dan kayak yang gak ngehargain apa yang uda kita punya. males sekolah, kuliah, ngerjain tugas, dan hal lainnya.
ada orang yang gak mau kuliah atau sekolah hanya karena tidak sesuai dengan kesukaannya, hanya karena tugas yang mereka pikir sangat memberatkan, dan hanya karena teman-teman yang tidak sesuai dengannya.
memang kenyamanan itu faktor utama, tapi kalau kita sendiri yang buat gak nyaman gimana?
saya suka merenung, orang tua saya uda susah-susah cari uang cuma buat saya, kuliah saya, fasilitas yang saya minta, tapi apa yang saya uda kasih ke mereka? nol besaaar !
jujur sampai saat ini saya belum bisa bikin mereka bangga, dan masih saja selalu menyusahkan.
apalagi ayah saya udah gk bekerja sekarang, hmm. (jadi curhat, haha)

initnya sih sekrang cuma buat intermezzo buat semuanya, termasuk saya untuk mencoba menghargai dan menjalani apa yang udah kita dapet sekarang. dan jangan teralu banyak NGELUh karena itu sama sekali gak ada gunanya selain bikin kita makin males ngejalanin semuanyaaa.

cerita pribadi

pesantren gelombang satu :)

tanggal satu sampe lima kmaren, aku menjalani pesantren yang merupakan kewajiban buat para mahasiswa baru d kampus ku itu, hhe.
disana kita, terutama aku yang lagi galau *ahahhaaha, bahasanya.
disana kita di kasih pelajaran banyak hal, dari yang emang di wajibkan kaya baca quran dan segala macam fiqih. tapi juga ada pelajaran yang trsembunyi dari itu semua.

yang pertama dan yang kayaknya dirasain sama semua mahasiswa yg ikut waktu itu adalah KESABARAN yang sebenernya menjadi hal terpenting dalam kita menjalani hidup ini.
disadarin atau gak, kalau kita hidup di dunia ini gak bisa bersabar gak ngerti deh bakal jadi kayak apa.
kita semua pasti sadar kalau jalanin hidup ini tuh gak gampang, banyak masalah yang bakal kita hadepin. sekecil apapun masalah itu tapi tetep bikin kepala kita pusing, right?
bayangin sekarang kalau kita gak dikasih kesabaran sama yang diatas, kayaknya makin banyak aja yang terjun dari lantai paling atas di mall-mall, hahha.

satu lagi yang bikin aku sadar, apa yang dibilang sama guru ngaji aku disana, kurang lebih dia bilang gini “seribu tahun yang akan datang itu lebih berharga daripada satu detik yang uda lewat. soalnya, walaupun satu detik yang namanya uda lewat sih gak akan pernah bisa kembali lagi”
dari kata-kata itu aku tersadar bahwa, gak seharusnya kita terpuruk terus karena suatu masalah, apapun itu masalahnya. entah nilai jelek, putus sama pacar, berantem sama sahabat, atau apapun.
seharusnya kita bisa cepat bangkit, dan memperbaikinya di masa yang akan datang, biar masalah itu dicegah buat gak dateng lagi. atau setidaknya kita bakal lebih strong kalau masalah yang sama itu muncul.
dan yang kalah pentingnya adalah, bahwa kita semua punya mimpi yang harus kita usahakan.
kalau kita terus-terusan meratapi nasib yang uda lewat, kapan kita bakal memulai usaha untuk mimpi kita itu??